ACEH

Warga Beutong Kecewa Sikap IPELMASRA Soal Isu Tambang

Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap sikap IPELMASRA Banda Aceh yang dinilai abu-abu terkait isu tambang.

SEANTERONEWS.com – Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap arah kebijakan kepengurusan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA) Banda Aceh saat ini.

Arah gerakan organisasi mahasiswa di bawah kepemimpinan Muhammad Irsal Mumtazal, S.H., tersebut dinilai mulai menjauh dari keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat akar rumput.

Kekecewaan warga memuncak seiring mencuatnya kembali rencana penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Beutong Ateuh Banggalang. Warga mendesak jajaran pengurus IPELMASRA untuk mencabut pernyataan sikap organisasi yang dinilai tidak tegas dan cenderung abu-abu dalam merespons ancaman ekspansi pertambangan tersebut.

Sejumlah perwakilan warga menilai bahwa kepemimpinan IPELMASRA saat ini belum memperlihatkan komitmen yang jelas dalam mendampingi perjuangan masyarakat. Sikap organisasi dinilai mendua dan kurang konsisten, sangat kontras dengan warisan gerakan kepengurusan pada periode-periode sebelumnya yang dikenal menyatu dengan warga.

Tokoh pemuda Beutong Ateuh Banggalang, Ismik, mengenang masa-masa di mana sinergi antara mahasiswa dan masyarakat berjalan sangat erat tanpa sekat. Pada masa kepemimpinan Ketua Mutawali, gerakan mahasiswa dikenal sangat progresif, komunikatif, dan humanis dalam merawat hubungan sosial dengan warga desa terpencil.

Keberpihakan nyata juga dirasakan masyarakat saat IPELMASRA dipimpin oleh Jabal Abdul Salam. Saat itu, mahasiswa menginisiasi pembangunan posko belajar daring guna membantu pelajar di Beutong Ateuh Banggalang yang kesulitan mengakses infrastruktur pendidikan.

Tidak hanya itu, mereka juga mengadvokasi pengadaan menara telekomunikasi hingga terealisasi, sehingga membuka akses komunikasi bagi wilayah pedalaman yang sebelumnya terisolasi.

Ismik menambahkan, salah satu puncak sinergi historis mahasiswa dan warga terjadi pada era kepemimpinan Mutawali saat menolak rencana eksploitasi emas oleh PT Emas Mineral Murni (PT EMM) pada tahun 2019.

Gerakan penolakan tersebut meluas secara masif, melibatkan elemen mahasiswa se-Aceh, jaringan nasional, hingga organisasi sipil internasional. Perjuangan hukum yang panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil di tingkat Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan gugatan masyarakat Beutong.

Mengingat sejarah panjang advokasi tersebut, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang berharap kepengurusan IPELMASRA saat ini dapat kembali memosisikan diri sebagai penyambung lidah rakyat, alih-alih mengambil posisi netral yang merugikan ruang hidup warga.[]

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 29 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 05:00
26° Berawan
92% 1.2 km/j
Medan 05:00
25° Berawan
95% 6.4 km/j
Jakarta Pusat 05:00
27° Cerah
81% 3.2 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.

Related Posts