PIDIE JAYA – Sebagai ikhtiar menyeimbangkan tugas penegakan hukum dengan pembinaan kepribadian aparatur negara, Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya menyelenggarakan agenda Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). Kegiatan yang dirangkai dengan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., di Aula Tathya Dharaka Mapolres Pidie Jaya, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan pembinaan keagamaan ini diikuti oleh barisan perwira dan bintara di lingkungan kepolisian setempat. Hadir mendampingi kapolres, antara lain Wakapolres Pidie Jaya Kompol Dahlan, S.Sos., M.Si., jajaran Pejabat Utama (PJU), para perwira staf, serta seluruh personel operasional dari berbagai satuan fungsi.
Rangkaian acara diawali dengan pelafalan Asmaul Husna yang menggema khidmat di dalam aula. Suasana semakin hening dan khusyuk tatkala seluruh personel bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Surah Yasin secara serempak.
Doa untuk Kestabilan dan Kemakmuran Tanah Rencong
Pada puncak kegiatan, AKBP Tendri Wardi memimpin pembacaan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan secara tulus guna memohon perlindungan dari Allah SWT bagi keselamatan seluruh jajaran yang bertugas di lapangan, sekaligus mendoakan Provinsi Aceh, terkhusus Kabupaten Pidie Jaya, agar senantiasa dilimpahi kedamaian, ketenteraman sosial, dan kemakmuran yang berkelanjutan.
Tendri memandang bahwa rutinitas spiritual semacam ini memegang peran krusial dalam merawat ketenangan batin personel. Di tengah dinamika penugasan kepolisian yang kian padat dan penuh tantangan, siraman rohani menjadi jangkar moral agar setiap anggota tetap mengedepankan integritas, kesabaran, serta sikap humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat pencari keadilan.
Agenda religius ini kemudian dipungkasi dengan pembacaan selawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama.
Melalui program Binrohtal berkala ini, Polres Pidie Jaya berikhtiar membentuk postur kepolisian yang tidak hanya tangguh dan profesional secara taktis di lapangan, melainkan juga berakar kuat pada nilai-nilai keimanan. Pembinaan moral yang berkesinambungan diharapkan mampu menghindarkan personel dari perilaku menyimpang, serta mempertebal dedikasi dalam memberikan pengayoman terbaik bagi masyarakat di Negeri Balee Kupi.[]












