OTOMOTIF

Beli Mobil Listrik Bekas? Begini Cara Mengecek Kesehatan Baterainya

Membeli mobil listrik bekas bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan elektrifikasi dengan harga lebih terjangkau

JAKARTA — Membeli mobil listrik bekas bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan elektrifikasi dengan harga lebih terjangkau. Namun, ada satu komponen penting yang perlu mendapat perhatian khusus sebelum transaksi dilakukan, yakni kondisi baterai utama atau high voltage battery.

Berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal, kondisi baterai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan jarak tempuh dan nilai jual mobil listrik. Penurunan kapasitas baterai dapat memengaruhi jarak perjalanan dalam sekali pengisian daya.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat tahun produksi, angka odometer, atau kondisi eksterior kendaraan. Pemeriksaan kesehatan baterai atau State of Health (SoH) juga perlu dilakukan untuk mengetahui kapasitas baterai yang masih tersedia dibandingkan kondisi awalnya.

Dalam keterangan resminya, BYD Indonesia menjelaskan pentingnya pemantauan SoH untuk mengetahui kondisi baterai kendaraan listrik.

“SoH atau info mengenai baterai EV akan terpantau sehingga kami dapat mengetahui apakah baterai tersebut masih dalam kondisi yang baik atau sudah harus segera ditindak lanjuti,” ujar Bobby Bharata dalam situs resmi BYD Indonesia yang dilihat Jumat (6/11/2026).

Pernyataan tersebut dimuat dalam artikel resmi BYD Indonesia mengenai teknologi elektrifikasi.

Periksa SOH Baterai Mobil Listrik

Salah satu cara mengetahui kondisi baterai mobil listrik bekas adalah meminta pemeriksaan SoH melalui sistem diagnostik yang sesuai dengan kendaraan.

Secara sederhana, SoH menunjukkan tingkat kesehatan baterai berdasarkan kapasitas penyimpanan energi yang tersisa dibandingkan kapasitas ketika masih baru. Sebagai ilustrasi, baterai dengan SoH 90 persen memiliki kapasitas tersisa sekitar 90 persen dari kapasitas acuannya.

Namun, angka tersebut tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan. Calon pembeli perlu meminta hasil pemeriksaan diagnostik dari bengkel resmi atau teknisi yang memiliki peralatan sesuai standar pabrikan.

Pemeriksaan juga sebaiknya mencakup kondisi setiap modul baterai, keseimbangan sel, sistem pendingin, serta kemungkinan munculnya kode gangguan pada sistem kelistrikan.

Perhatikan Riwayat Pengisian dan Pemakaian

Selain SoH, riwayat penggunaan kendaraan juga perlu diperhatikan. Calon pembeli dapat menanyakan kebiasaan pemilik sebelumnya dalam melakukan pengisian daya, termasuk penggunaan pengisian cepat atau fast charging.

Meski demikian, frekuensi penggunaan fast charging tidak otomatis menunjukkan baterai mengalami kerusakan.

Pengaruhnya bergantung pada teknologi baterai, sistem pengelolaan suhu, kondisi penggunaan, dan strategi pengisian yang diterapkan pabrikan.

Riwayat servis juga penting untuk ditelusuri. Pastikan kendaraan mendapatkan perawatan sesuai jadwal dan tidak memiliki catatan gangguan pada sistem baterai maupun kelistrikan.

Jika memungkinkan, mintalah dokumen servis dan hasil pemeriksaan baterai sebelum memutuskan membeli.

Pastikan Garansi Baterai Masih Berlaku

Garansi baterai menjadi aspek lain yang tidak boleh dilewatkan. Setiap pabrikan memiliki ketentuan berbeda mengenai durasi, batas kilometer, persentase kesehatan baterai minimum, hingga persyaratan klaim.

Sebagai contoh, Hyundai Indonesia mencantumkan garansi baterai tegangan tinggi kendaraan listrik dan hybrid selama delapan tahun atau 160.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu.

Sementara itu, BYD Indonesia dalam ketentuan garansi untuk model Dolphin, Atto 3, dan Seal yang diumumkan pada 2024 mencantumkan perlindungan baterai traksi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer dengan SoH minimal 70 persen.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa ketentuan garansi bisa berbeda antarmerek maupun model. Karena itu, calon pembeli perlu memastikan apakah garansi masih berlaku setelah kendaraan berpindah tangan, termasuk memeriksa ketentuan dan riwayat perawatannya.

Hitung Potensi Biaya Penggantian Baterai

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah potensi biaya perbaikan apabila baterai mengalami kerusakan di luar masa garansi.

Penggantian baterai utama dapat menjadi pengeluaran besar karena harga komponennya bergantung pada kapasitas, teknologi, model kendaraan, serta ketersediaan suku cadang.

Namun, kerusakan baterai tidak selalu berarti seluruh paket harus diganti. Pada kondisi tertentu, perbaikan atau penggantian komponen tertentu mungkin dapat dilakukan sesuai hasil diagnosis dan kebijakan pabrikan.

Oleh sebab itu, calon pembeli sebaiknya menanyakan ketersediaan suku cadang, layanan perbaikan baterai, serta estimasi biaya penanganan kepada bengkel resmi.

Pada akhirnya, membeli mobil listrik bekas membutuhkan pemeriksaan lebih menyeluruh, terutama pada komponen baterai.

Harga yang lebih murah belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis apabila kendaraan memiliki kondisi baterai yang kurang baik atau masa garansinya hampir berakhir.

Meminta hasil pemeriksaan SoH, menelusuri riwayat servis, dan memastikan status garansi menjadi langkah penting sebelum menyepakati transaksi. (*)

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 24 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 03:00
26° Berawan
92% 2.8 km/j
Medan 03:00
25° Berawan
97% 3.6 km/j
Jakarta Pusat 03:00
28° Cerah Berawan
77% 4.8 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.

Related Posts