BANDA ACEH – Sikap tertib dan penuh tanggung jawab yang diperlihatkan masyarakat saat menyampaikan pandangan di muka umum menuai sanjungan dari aparat kepolisian. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen massa aksi yang menggelar unjuk rasa secara damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menilai kelancaran jalannya aksi hingga massa membubarkan diri secara tertib merupakan bukti nyata kematangan masyarakat Aceh dalam mengekspresikan hak-hak sipilnya di era demokrasi.
Joko menegaskan bahwa kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum merupakan hak mendasar setiap warga negara yang dijamin secara tegas oleh konstitusi perundang-undangan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada para peserta aksi yang telah menyuarakan aspirasinya secara santun, tertib, dan damai. Fakta di lapangan membuktikan bahwa penggunaan hak kebebasan bersuara dapat berjalan berdampingan secara selaras dengan kedisiplinan menjaga ketertiban umum serta toleransi terhadap pengguna jalan lainnya,” tutur Joko seusai massa aksi membubarkan diri dari kawasan gedung dewan.
Pengawalan Humanis dan Penghormatan Prinsip HAM
Joko menerangkan bahwa dalam menyikapi setiap dinamika penyampaian aspirasi masyarakat, Polda Aceh beserta polresta jajaran senantiasa menginstruksikan personel di lapangan untuk mengedepankan pola pengamanan yang persuasif dan humanis.
Institusi kepolisian bertindak sebagai pelindung dan fasilitator hak konstitusional warga, bukan penghambat aspirasi. Setiap prosedur pengendalian massa dipastikan tunduk pada standar operasional kepolisian yang menghormati norma-norma hak asasi manusia (HAM).
“Kehadiran Polri di lapangan adalah untuk melayani dan menjamin seluruh warga dapat menyuarakan isi hatinya dengan rasa aman. Kami terus mengajak seluruh komponen masyarakat untuk merawat iklim tertib ini, saling menghargai antarsesama, dan bersama-sama merawat situasi kamtibmas yang sejuk,” sambungnya.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat
Melalui momentum ini, Polda Aceh berharap jembatan dialog dan komunikasi dua arah antara aparat kepolisian, pemangku kebijakan, serta elemen sipil mahasiswa dan masyarakat terus terjalin secara konstruktif.
Komunikasi yang sehat dinilai sebagai formula paling manjur untuk mencegah terjadinya gesekan emosional di ruang publik, sehingga aspirasi yang diperjuangkan dapat tersampaikan dengan jelas kepada para wakil rakyat di parlemen tanpa mencederai aktivitas ekonomi masyarakat umum di sekitarnya.
“Selaras dengan napas Polisi Bersama Masyarakat, pelayanan prima terhadap hak bersuara adalah wujud komitmen kepolisian untuk senantiasa hadir mengayomi. Kemitraan yang kokoh antara warga dan aparat menjadi pilar utama terciptanya keamanan dan ketertiban berkelanjutan di seluruh penjuru Serambi Mekkah,” tutup Joko.[]











