JAKARTA — Getaran pada motor matic ketika mulai berakselerasi menjadi salah satu keluhan yang kerap dirasakan pengguna kendaraan roda dua. Gejalanya bisa berupa hentakan kecil, tarikan terasa tersendat, hingga getaran yang menjalar ke bagian bodi ketika tuas gas mulai diputar.
Kondisi tersebut tidak selalu menandakan kerusakan mesin. Salah satu bagian yang patut diperiksa adalah sistem Continuously Variable Transmission (CVT), terutama karena komponen di dalamnya bekerja meneruskan tenaga mesin menuju roda belakang.
Dalam penjelasan mengenai kampas ganda, Yamaha Indonesia melalui situs resminya menyebutkan,
“Kampas ganda yang sudah aus atau rusak bisa mengganggu kinerja motor, membuat akselerasi terasa berat, bahkan menyebabkan motor sulit berakselerasi dengan mulus.” tulis Yamaha dalam artikel mengenai waktu penggantian kampas ganda di situs resminya silihat Kamis (5/11/2026).
Salah satu komponen yang dapat memengaruhi kondisi tersebut adalah kampas kopling ganda. Bagian ini bertugas menghubungkan putaran mesin dengan roda belakang melalui mekanisme CVT.
Ketika permukaannya kotor, aus, atau mengalami perubahan kondisi, proses penyaluran tenaga bisa menjadi kurang halus sehingga muncul getaran saat motor mulai berjalan.
Selain kampas ganda, rumah kopling atau mangkok kopling juga perlu diperiksa. Komponen ini menjadi bidang kontak bagi kampas ganda ketika putaran mesin meningkat.
Permukaan yang tidak rata, mengalami keausan, atau terdapat bekas panas berlebih dapat membuat kontak antarkomponen tidak berlangsung secara optimal.
Roller CVT juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Komponen berbentuk silinder kecil tersebut berfungsi membantu perubahan rasio pada pulley.
Jika permukaannya aus tidak merata atau berubah bentuk, pergerakan pulley dapat terganggu. Dampaknya, respons akselerasi motor terasa kurang halus.
Begitu pula dengan V-belt yang berfungsi meneruskan tenaga di antara pulley depan dan belakang. Kondisi sabuk yang mulai aus, retak, atau mengalami penurunan kemampuan kerja dapat memengaruhi penyaluran tenaga. Karena itu, pemeriksaan CVT sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu komponen.
Meski demikian, getaran pada motor tidak selalu bersumber dari CVT. Dudukan mesin, kondisi roda, ban, hingga komponen kaki-kaki juga dapat menjadi penyebab. Lokasi dan waktu munculnya getaran perlu diperhatikan untuk membantu menentukan bagian yang harus diperiksa.
Pengendara bisa mengamati apakah getaran hanya muncul ketika motor mulai bergerak, saat kecepatan tertentu, atau justru terasa sepanjang perjalanan. Perbedaan gejala tersebut dapat menjadi petunjuk awal bagi mekanik dalam melakukan pemeriksaan.
Jika getaran semakin kuat, disertai suara tidak normal, atau tarikan motor terasa menurun, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Membongkar dan membersihkan CVT tanpa mengetahui sumber masalah juga bukan langkah yang tepat karena kerusakan bisa saja berasal dari bagian lain.
Pemeriksaan berkala di bengkel menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi komponen secara menyeluruh. Penggantian suku cadang sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan mengikuti spesifikasi masing-masing kendaraan.
Dengan demikian, motor matic yang bergetar saat tarikan awal tidak seharusnya langsung divonis mengalami kerusakan CVT.
Mengetahui sumber gangguan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.(*)












