ACEH SELATAN – Infrastruktur pengelolaan air di Kabupaten Aceh Selatan tengah menjadi perhatian serius. Di satu sisi, proyek pengadaan air bersih untuk warga menuai kritik, sementara di sisi lain, pemerintah daerah tengah mengebut perbaikan fasilitas pengairan untuk sektor pertanian yang telah lama terbengkalai.
Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Trumon kini menjadi sorotan tajam publik. Pembangunan fasilitas yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah sekitar Rp4.267.780.000 tersebut diduga belum tuntas dan menyisakan banyak persoalan di lapangan.
Ketua Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), Teuku Sukandi, mengungkapkan bahwa kondisi fisik proyek di lokasi mengindikasikan adanya kelemahan dalam pengawasan serta pelaksanaan yang terkesan asal-asalan.
“Dari hasil pantauan kami di lapangan, beberapa bagian pekerjaan seperti jaringan pipa memang sudah terpasang, namun sayangnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, palang atau pembatas proyek sudah hilang padahal pekerjaannya kami nilai belum selesai optimal,” tegas Sukandi kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi menyeluruh agar dana miliaran rupiah yang telah digelontorkan tidak terbuang sia-sia dan masyarakat Trumon bisa segera menikmati akses air bersih.
Di tengah sorotan terhadap proyek SPAM, langkah proaktif ditunjukkan oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS. Ia turun langsung meninjau kondisi saluran irigasi yang dilaporkan telah terbengkalai selama kurang lebih 10 tahun di Gampong Krueng Baru, Kecamatan Labuhanhaji Barat.
Peninjauan lapangan ini dilakukan oleh Bupati untuk memetakan kondisi infrastruktur sekaligus merumuskan langkah percepatan perbaikan. Fasilitas irigasi ini dinilai sangat vital bagi keberlangsungan sektor agraris di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomitmen agar saluran air ini dapat segera difungsikan kembali dalam waktu dekat. Tujuannya sangat jelas: memudahkan akses pengairan bagi lahan persawahan warga setempat.
Dengan kembalinya fungsi irigasi di Gampong Krueng Baru, diharapkan produktivitas pertanian padi di Labuhanhaji Barat dapat melonjak tajam, yang pada akhirnya akan mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian para petani di Aceh Selatan.[]










