Ajang bergengsi FIFA Series 2026 yang akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27-30 Maret mendatang menyimpan cerita nostalgia yang menarik. Sosok pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, ternyata memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan sepak bola Indonesia, jauh sebelum ia dipercaya menakhodai negaranya.
Turnamen yang diikuti oleh Timnas Indonesia, Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Solomon ini akan menjadi panggung kembalinya Dimitrov ke tanah yang pernah membesarkan namanya, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Jejak Karier di Mutiara Hitam
Bagi publik Jayapura, nama Aleksandar Dimitrov mungkin tidak asing. Lahir di Sofia pada 12 September 1976, gelandang didikan junior CSKA Sofia ini memutuskan merantau ke Indonesia pada tahun 2003. Ia bergabung dengan klub raksasa Persipura Jayapura dan menjadi bagian dari skuad elit Mutiara Hitam kala itu.
Di Persipura, Dimitrov bahu-membahu dengan legenda sepak bola tanah air seperti Eduard Ivakdalam, Ronny Wabia, dan Chris Yarangga. Ia bahkan menjadi saksi kemunculan sang wonderkid Boaz Solossa di usia muda. Setelah membela Persipura hingga 2005, ia sempat pulang ke Bulgaria sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu.
Tangan Kanan Ivan Kolev di Timnas Indonesia
Kisah Dimitrov di Indonesia berlanjut ke pinggir lapangan. Pasca pensiun, ia ditarik kembali oleh Persipura sebagai asisten pelatih pada musim 2006-2007. Peran ini ia jalani di bawah bimbingan pelatih kawakan sesama Bulgaria, Ivan Kolev.
Duet Kolev-Dimitrov ini jugalah yang kemudian dipercaya PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2007. Saat itu, Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah sempat menggegerkan Asia dengan menumbangkan Bahrain 2-1 di laga pembuka. Meski akhirnya gagal lolos ke fase gugur setelah kalah tipis dari Arab Saudi dan Korea Selatan, kebersamaan singkat tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Dimitrov.
Misi di FIFA Series 2026
Setelah melanglang buana melatih berbagai klub dan Timnas Bulgaria kelompok umur, Dimitrov resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Bulgaria senior sejak September 2025. Kini, ia datang ke Jakarta bukan sebagai kawan, melainkan lawan yang tangguh.
Bulgaria dijadwalkan menghadapi Kepulauan Solomon di laga perdana. Sesuai format turnamen, jika Bulgaria menang, mereka berpeluang menghadapi pemenang antara Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di partai final.
Kemungkinan terjadinya duel antara Bulgaria melawan Indonesia tentu sangat dinantikan. Ini akan menjadi pertemuan emosional bagi Dimitrov, seorang mantan “anak didik” liga Indonesia yang kini kembali sebagai juru taktik kelas dunia untuk menghadapi tim nasional yang pernah ia latih dua dekade silam.[]










Nostalgia yang mengharukan