BREAKING

EKONOMI

Pasokan Domestik Tertekan dan Impor RI Melambat, Reli Harga Batu Bara China Tembus Tiga Tahun Tertinggi

Harga batu bara di China melonjak 11 pekan beruntun ke level tertinggi dalam 3 tahun akibat seretnya produksi Shanxi dan anjloknya pasokan dari RI.

SEANTERONEWS.com – Tren penguatan harga batu bara di pasar domestik Tiongkok belum terbendung. Reli kenaikan harga kini resmi memasuki pekan ke-11 secara berturut-turut, menempatkan komoditas bahan bakar fosil tersebut pada level tertingginya dalam kurun tiga tahun terakhir akibat seretnya suplai dari dalam maupun luar negeri.

Merujuk pergerakan harga di Pelabuhan Qinhuangdao salah satu barometer utama perdagangan komoditas energi Negeri Tirai Bambu harga batu bara termal menguat 0,5 persen menjadi 986 yuan per ton pada pekan penutupan 28 September 2026.

Penguatan bertahap ini memperpanjang tren reli tanpa jeda sejak pertengahan Juli lalu, dengan akumulasi lonjakan harga mencapai sekitar 24 persen.

Kenaikan harga yang persisten ini memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok industri nasional. Pasalnya, Tiongkok merupakan produsen sekaligus konsumen batu bara terbesar di dunia. Hingga kini, batu bara masih menjadi tulang punggung pembangkitan listrik nasional yang menopang lebih dari separuh kebutuhan daya listrik di negara tersebut.

Pengetatan Operasional Tambang di Shanxi

Pangkal persoalan menanjaknya harga berakar pada macetnya produksi di sentra-sentra tambang domestik. Provinsi Shanxi, salah satu jantung produksi batu bara utama di China, mengalami pukulan operasional cukup telak menyusul insiden kecelakaan kerja fatal pada Mei lalu.

Otoritas pertambangan merespons insiden tersebut dengan menutup sementara sejumlah tambang bermasalah dan memberlakukan audit keselamatan kerja yang jauh lebih ketat. Imbasnya, volume ekstraksi batu bara di Shanxi menyusut hampir sepertiga sepanjang periode Juni hingga Agustus.

Guna meredakan ketegangan suplai menjelang lonjakan konsumsi musim dingin, regulator energi setempat kini berupaya mempercepat izin reaktivasi tambang-tambang yang dinilai telah memenuhi protokol keselamatan, sembari menargetkan lonjakan kapasitas produksi hingga pengujung tahun.

Logistik Sungai RI Mengering, Impor Anjlok 25 Persen

Tekanan pasar kian runyam lantaran defisit pasokan lokal tidak mampu diimbangi oleh arus impor lintas batas, terutama dari Indonesia sebagai pemasok kunci. Arus pengiriman batu bara dari Indonesia ke pasar China tercatat mengalami kontraksi tajam sekitar 25 persen sepanjang tahun berjalan.

Penyusutan suplai dari tanah air dipengaruhi oleh dua faktor mendasar: kebijakan pemangkasan kuota produksi tambang domestik oleh pemerintah Indonesia, serta kendala logistik alamiah di jalur sungai utama. Minimnya curah hujan membuat debit air sungai di sejumlah wilayah tambang surut, sehingga mobilitas kapal tongkang pengangkut batu bara menuju pelabuhan laut lepas terhambat parah.

Kombinasi ketatnya pasokan hulu lokal dan anjloknya pasokan impor ini memicu efek domino bagi perekonomian hilir Tiongkok. Kenaikan biaya bahan baku energi mengikis margin keuntungan korporasi pembangkit listrik (independent power producer) serta memperberat beban ongkos produksi pada sektor manufaktur padat energi.

Lebih jauh, pergeseran neraca pasok-permintaan antara China dan Indonesia ini menjadi sorotan tajam pelaku pasar modal, mengingat setiap distorsi perdagangan dari kedua raksasa energi tersebut berpotensi mengerek kurva harga batu bara secara menyeluruh di kawasan regional Asia Pasifik.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts