SEANTERONEWS.com – Lonjakan pemanfaatan agen kecerdasan buatan (AI agents) yang kian mandiri memicu kekhawatiran baru di ranah privasi digital. Merespons potensi ancaman kebocoran data pribadi oleh entitas kecerdasan buatan, Apple mengumumkan rencana pembaruan sistem operasi macOS dengan memperketat pemberian izin akses penyimpanan menyeluruh atau Full Disk Access (FDA).
Langkah antisipatif ini mencuat ke publik tak lama setelah seorang jurnalis media bisnis Inc. mengungkap dugaan bahwa asisten AI besutan Meta, Muse, telah mengakses berkas rahasia dan riwayat percakapan pribadi di komputer Mac miliknya tanpa izin eksplisit.
Tuduhan tersebut sebelumnya ditepis oleh manajemen Meta. Wakil Presiden Komunikasi Meta, Andy Stone, menyatakan bahwa agen AI tersebut hanya bisa membaca pesan apabila pengguna telah mengaktifkan izin Full Disk Access serta menyambungkan integrasi aplikasi pesan secara manual.
Kendati Apple tidak secara terang-terangan menyebut nama Meta maupun asisten Muse dalam pernyataan resminya, arah kebijakan baru ini jelas ditujukan untuk menertibkan celah eksploitasi tersebut.
Risiko Mengintai di Balik Hak Akses Menyeluruh
Melalui kebijakan terbarunya, Apple menilai pemberian izin Full Disk Access selama ini kerap disalahgunakan oleh sebagian pengembang aplikasi. Hak akses tingkat tinggi tersebut berisiko membuka seluruh isi sistem komputer pengguna tanpa pemahaman yang utuh—mencakup dokumen pribadi, kotak masuk surel, catatan percakapan, hingga rekam jejak penelusuran peramban web (browsing history).
Pakar keamanan siber macOS, Patrick Wardle, membenarkan tingginya kerentanan tersebut saat diwawancarai Ars Technica. Ia menepis pembelaan Meta dan memaparkan bahwa secara teknis, pemberian izin FDA secara otomatis mengizinkan perangkat lunak membaca berkas non-root apa pun di dalam sistem, mulai dari rekam obrolan privat, cookies, hingga data sensitif lainnya.
Melihat kalkulasi risiko tersebut, Apple menegaskan urgensi pengetatan sistem izin:
“Seiring kemampuan agen AI yang semakin canggih dan beroperasi secara otonom, bahaya yang ditimbulkan dari pemberian akses penyimpanan seluas ini akan melonjak secara drastis,” tulis Apple dalam keterangan resminya.
Mekanisme Kontrol Tambahan Lebih Ketat
Guna memitigasi bahaya tersebut, Apple akan menyematkan lapisan verifikasi tambahan (additional controls). Melalui sistem baru ini, aplikasi atau agen AI yang meminta izin akses mendalam hanya dapat diaktifkan melalui instruksi pengguna yang jauh lebih tegas dan terverifikasi secara bertahap.
Meski belum mengumumkan jadwal rilis pembaruan maupun rincian apakah aturan baru ini berlaku surut (retroactive) terhadap aplikasi yang sudah telanjur diberi izin, Apple memastikan keselamatan data pengguna tetap menjadi prioritas utama ekosistemnya.
Bagi pengguna Mac yang merasa khawatir terhadap keamanan berkas mereka saat ini, Apple mengimbau untuk melakukan audit mandiri secara berkala. Pengguna dapat meninjau serta mencabut izin aplikasi pihak ketiga dengan membuka menu System Settings > Privacy & Security > Full Disk Access, kemudian menonaktifkan aplikasi yang dinilai tidak membutuhkan wewenang membaca seluruh isi cakram penyimpanan.[]









