Indonesia kini resmi memiliki rangkaian ajang lari prestisius dengan konsep serupa World Marathon Majors (WMM), namun dengan sentuhan kekayaan alam dan budaya Nusantara yang kental. Bertajuk Plataran Six Series, ajang hasil kolaborasi Plataran Indonesia dan Oudpro ini siap menyuguhkan pengalaman sport tourism kelas dunia di enam destinasi ikonik Indonesia sepanjang tahun 2026.
Peluncuran ini menandai babak baru dalam industri pariwisata olahraga Indonesia, di mana kemewahan layanan hospitalitas berpadu dengan tantangan fisik di jalur lari yang eksotis.
Enam Destinasi, Enam Budaya, Satu Rangkaian
Berbeda dengan WMM yang membentang dari Tokyo hingga New York, Plataran Six Series memusatkan kekuatannya pada keragaman geografis Indonesia. Rangkaian perdana tahun 2026 akan dimulai di jantung ibu kota dan berakhir di ujung barat Pulau Bali.
Berikut adalah jadwal resmi Plataran Six Series 2026:
5 April: Hutan Kota by Plataran, Jakarta (Pembukaan)
7 Juni: Plataran Makassar, Sulawesi Selatan
12 Juli: Plataran Puncak, Jawa Barat
2 Agustus: Plataran Borobudur, Jawa Tengah
18 Oktober: Plataran Bromo, Jawa Timur
13 Desember: Plataran Menjangan, Bali (Penutup)
“Six Series ini bersifat seamless. Kami merujuk pada enam kebudayaan dan enam tempat berbeda dalam satu rangkaian hospitalitas dan olahraga,” ujar Yozua Makes, Pendiri dan CEO Plataran Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Perpaduan Unik Road dan Trail Running
Salah satu keunggulan yang membedakan Plataran Six Series dengan WMM adalah variasi lintasannya. Jika WMM sepenuhnya fokus pada road running (lari jalan raya), Plataran menawarkan kombinasi antara road dan trail running (lari lintas alam).
Pilihan ini diambil untuk menonjolkan karakteristik alami dari masing-masing destinasi. “Kami mengutamakan keindahan alam. Jadi, lintasan tidak hanya di aspal, tetapi ada juga jalur trail sesuai kondisi alam pendukung di lokasi tersebut,” tambah Novie Hernawati, pendiri Oudpro.
Medali Spesial dan Konsep “Mencicil” Gelar
Layaknya medali Six Star Finisher yang menjadi impian pelari dunia, Plataran Six Series juga menyiapkan medali spesial bagi pelari yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian di enam lokasi. Setiap etape akan memberikan medali finisher dengan desain unik yang mewakili identitas lokal masing-masing daerah.
Menariknya, penyelenggara memberikan fleksibilitas bagi para pelari. Untuk mendapatkan medali spesial tersebut, peserta tidak diwajibkan menyelesaikan keenam balapan dalam satu tahun kalender yang sama. “Pelari bisa mencicilnya dalam waktu tiga tahun,” jelas Yozua.
Masa Depan Sport Tourism Indonesia
Langkah ini dinilai strategis dalam mempromosikan destinasi wisata premium Indonesia melalui kegiatan olahraga. Ke depan, Plataran tidak menutup kemungkinan untuk mengekspansi rangkaian ini menjadi Seven atau Eight Series, seiring dengan pengembangan destinasi baru.
Dengan standar layanan premium khas Plataran, ajang ini diharapkan tidak hanya menarik pelari domestik, tetapi juga pelari internasional yang ingin mencicipi sensasi berlari di tengah kemegahan Borobudur atau eksotisme Taman Nasional Bali Barat.










