JAKARTA – Konglomerat nasional sekaligus pendiri CT Corp, Chairul Tanjung, kembali dipercaya mengemban amanah di lingkar pemerintahan. Tokoh yang akrab disapa CT ini resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pelantikan tersebut menandai babak anyar pengabdian Chairul di lembaga negara setelah lebih dari satu dekade memusatkan perhatian pada dunia usaha.
Pengangkatan formasi baru dewan penasihat presiden ini berlandaskan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026.
Dalam susunan kelembagaan yang baru disahkan, Chairul merupakan satu dari 24 anggota Wantimpres yang diambil sumpahnya oleh kepala negara.
Struktur kepemimpinan Wantimpres periode ini dinakhodai oleh Pratikno sebagai Ketua dan didampingi Hatta Rajasa selaku Wakil Ketua, dengan total formasi mencapai 26 orang.
Berbeda dengan tugas kementerian yang mengendalikan operasional birokrasi teknis, mandat Wantimpres berfokus pada pemberian pertimbangan serta nasihat strategis secara langsung kepada Presiden Prabowo.
Keterlibatan Chairul Tanjung dalam urusan kebijakan negara bukan hal baru. Di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962, ini memegang peranan krusial di sektor perekonomian.
Pada periode 2010 hingga 2014, ia dipercaya memimpin Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang aktif menyusun cetak biru Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Peran penting tersebut mengantarkannya ke kursi kabinet eksekutif pada pertengahan 2014.
Presiden SBY mengumumkan penunjukan Chairul sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 16 Mei 2014, sebelum resmi mulai bertugas pada 19 Mei 2014.
Kala itu, Chairul mengisi kekosongan jabatan Menko Perekonomian setelah Hatta Rajasa mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2014.
Tanggung jawab tersebut diemban Chairul dengan baik hingga masa jabatan pemerintahan Presiden SBY berakhir pada Oktober 2014.
Di kancah bisnis, perjalanan Chairul dikenal luas sebagai potret wirausahawan generasi pertama yang merintis kesuksesan dari bawah. Dibesarkan dari keluarga sederhana, ia mulai menekuni dunia usaha sejak masih menempuh studi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Selepas lulus, ia mendirikan PT Pariarti Shindutama yang menjadi cikal bakal berdirinya Para Group sebelum bertransformasi menjadi CT Corp.
Di bawah kendalinya selaku Chairman, konglomerasi tersebut kini menggurita di berbagai lini industri strategis, mulai dari perbankan dan asuransi, jaringan media, properti, rekreasi, hingga ritel modern.
Kombinasi jam terbang memimpin imperium bisnis raksasa dan pemahaman teknokratis di bidang kebijakan ekonomi kini menjadi modal berharga bagi Chairul Tanjung dalam memberikan masukan objektif kepada Presiden Prabowo Subianto.[]









