Demo Membeku, Tapi Tuntutan Tak Surut
SEANTERONEWS.com – Aksi demonstrasi oleh pengemudi ojek online yang semula diagendakan di Markas Polda Metro Jaya hari ini resmi dibatalkan. Meskipun begitu, tuntutan agar Kapolda Metro Jaya dicopot tetap dialamatkan oleh perwakilan driver—menikung di tengah kegentingan situasi post-demo yang berkepanjangan.
Awal Massa Sehari Usai Tragedi Ojol Dilindas Rantis
Gerakan ini tumbuh dari solidaritas terhadap korban tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi. Peristiwa tragis itu memicu gelombang protes nasional, termasuk demo mahasiswa dan ojol yang menuntut keadilan dan pertanggungjawaban dari aparat keamanan.
Latar Politik: Emosi Masih Tinggi, Wabah Ketidakpercayaan Menggumpal
Pembatalan demo dipandang sebagai bentuk penyesuaian taktik—momen untuk meredam ketegangan sekaligus mengganti pendekatan. Namun sikap itu tidak menurunkan intensitas tuntutan pembenahan di institusi Polri, dan mendorong urgensi reformasi sistem pengawasan internal.
Efek Domino: Dari Aksi Massa ke Refleksi Kebijakan Instansional
Kematian Affan bukan sekadar insiden tragis—tetapi menjadi katalis momentum kebangkitan kesadaran publik akan reformasi kepolisian. Aksi ojol, meski batal, menjadi simbol peringatan bahwa publik mengawasi dan menuntut akuntabilitas di semua level.[]












