JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis guna mendorong kemandirian ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput. Salah satunya diwujudkan melalui sinergi antara gerakan koperasi, ekosistem ekonomi syariah, lembaga pengelola zakat-wakaf, serta jaringan majelis taklim.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, saat menghadiri puncak perayaan Tasyakuran Milad ke-45 Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Mengusung tema “Berdayakan Umat Membangun Indonesia”, acara akbar ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat serta pelantikan Pengurus Pusat BKMT periode 2026–2031.
Di hadapan puluhan ribu anggota majelis taklim yang memadati arena dari berbagai penjuru daerah, Menkop Ferry menegaskan pentingnya merajut kembali keterlibatan aktif basis massa keagamaan dalam ekosistem perkoperasian nasional. Menurutnya, jaringan majelis taklim yang mengakar kuat hingga ke pelosok komunitas memiliki potensi besar untuk mengembalikan orientasi perekonomian berlandaskan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong.
“Kementerian Koperasi akan memberikan dukungan terhadap kegiatan BKMT. Kita ingin merajut kembali benang merah kekuatan koperasi dengan basis massa majelis taklim untuk mengembalikan arah perekonomian nasional yang berlandaskan asas kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong,” ujar Ferry.
Dalam kesempatan tersebut, Menkop secara khusus mengajak keluarga besar BKMT untuk mengambil peran strategis dalam program pengembangan koperasi berbasis masjid. Inisiatif pendirian koperasi masjid ini sebelumnya telah dirintis melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Majelis Taklim Muhammadiyah, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Pemerintah menargetkan program tersebut dapat diperluas secara nasional agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.
“Ke depan, program pendirian koperasi masjid ini akan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia. Peran Majelis Taklim yang mengakar di masjid-masjid melalui BKMT akan sangat krusial dalam menentukan keberhasilan dan keberlanjutan koperasi masjid ini,” tambahnya.
Kolaborasi lintas elemen ini diyakini mampu memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendongkrak aktivitas produktif masyarakat sekitar. Pemerintah membuka ruang sinergi luas agar gerakan dakwah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi umat.
Perhelatan nasional yang meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting negara, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua Umum BKMT Pusat Syifa Fauzia, Ketua BKMT DKI Jakarta Nurfitria Farhana, perwakilan pengurus pusat MES seperti Boy Rafli Amar, serta tokoh nasional Anies Baswedan.[]











