SEANTERONEWS.com – Bursa saham Amerika Serikat kembali menunjukkan taringnya dengan mencatatkan rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat. Penguatan signifikan ini didorong oleh reli sektor semikonduktor, optimisme terhadap ekosistem kecerdasan buatan (AI), serta meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Reuters, Rabu (6/5/2026), indeks S&P 500 naik 0,81 persen ke level 7.259,22. Indeks Nasdaq yang sarat teknologi menguat 1,03 persen menjadi 25.326,13, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,73 persen ke posisi 49.298,25.
Lonjakan harga saham perusahaan chip menjadi bahan bakar utama kenaikan pasar. Saham Intel melesat tajam sebesar 13 persen menyusul laporan mengenai potensi kerja sama strategis dengan Apple dalam produksi chip. Di saat yang sama, saham AMD terkerek 4 persen menjelang rilis laporan keuangan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan mencapai 33 persen.
Indeks semikonduktor PHLX bahkan melonjak 4,2 persen, mencatatkan akumulasi kenaikan fantastis sekitar 55 persen sepanjang tahun 2026. Fenomena ini mempertegas dominasi sektor perangkat keras pendukung AI dalam menggerakkan pasar ekuitas global.
Kepercayaan investor kian menebal setelah Pemerintah AS memastikan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tetap bertahan. Kabar ini meredakan kekhawatiran pasar akan potensi gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Dari sisi fundamental, laporan keuangan emiten menunjukkan performa yang sangat solid. Perusahaan-perusahaan dalam S&P 500 diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba agregat sekitar 28 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026, level tertinggi sejak 2021.
“Pasar saat ini mengikuti fundamental. Pendapatan perusahaan sangat kuat, dan tren ini diharapkan berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Tom Hainlin dari US Bank Wealth Management.
Beberapa emiten di luar teknologi juga mencatatkan kinerja gemilang:
DuPont: Melonjak 8,4 persen usai menaikkan proyeksi laba tahunan.
Pinterest: Naik 6,9 persen berkat panduan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.
Archer-Daniels-Midland: Tumbuh 3,8 persen setelah laba kuartalannya berada di atas estimasi pasar.
Meski bursa saham bergairah, data ekonomi AS memberikan sinyal yang beragam. Jumlah lowongan kerja per Maret tercatat turun menjadi 6,866 juta, namun angka ini masih sedikit di atas perkiraan awal. Sementara itu, indeks aktivitas sektor jasa berada di level 53,6, sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Kondisi ekonomi yang masih cukup resilien ini memperkuat pandangan investor bahwa bank sentral mungkin memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama guna memastikan inflasi benar-benar terkendali.[]










