BISNIS

AUM BCA Capai Rp339 T, Didorong DNA Konservatif Nasabah

AUM BCA melonjak 16 persen jadi Rp339 triliun hingga Juni 2026. Karakter konservatif nasabah dorong obligasi dan reksa dana pasar uang kian diminati.

SEANTERONEWS.com – Preferensi proteksi modal dan pengelolaan risiko yang terukur terus mendominasi pola investasi nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kecenderungan tersebut menempatkan instrumen obligasi (bonds) serta reksa dana pasar uang (money market funds) sebagai penopang utama ekspansi portofolio manajemen kekayaan perseroan.

Executive Vice President (EVP) Wealth Management BCA, Indrawan B, menegaskan bahwa tingginya permintaan terhadap instrumen pendapatan tetap ini bukanlah reaksi impulsif akibat fluktuasi indeks saham belakangan ini. Karakter dasar atau DNA sebagian besar investor BCA memang condong defensif sejak awal.

Menurut Indrawan, portofolio nasabah perseroan tidak mengalami pergeseran radikal (switching) dari instrumen ekuitas ke aset defensif. Hal ini lantaran porsi saham di lingkungan nasabah BCA secara historis memang belum menjadi porsi mayoritas.

“Pertumbuhan portofolio kami dari dulu memang bertumpu sangat kuat pada obligasi dan reksa dana pasar uang. Komposisi ini selaras dengan profil risiko nasabah yang mayoritas berkarakter konservatif, sehingga volatilitas pasar saham tidak memberikan dampak guncangan yang signifikan terhadap portofolio agregat,” ujar Indrawan dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (10/9/2026).

Hindari ‘Market Timing’, Disiplin Lewat Metode ‘Averaging’

Menyikapi sentimen pasar yang dinamis dan sulit ditebak, Indrawan mengingatkan investor agar tidak terjebak dalam ilusi menebak titik terendah (bottom) maupun puncak tertinggi (peak) pergerakan harga aset.

Alih-alih berspekulasi menunggu waktu terbaik untuk masuk ke pasar, ia menyarankan strategi akumulasi berkala (dollar-cost averaging). Pola ini dinilai lebih efektif membangun kedisiplinan berinvestasi sekaligus menekan risiko psikologis akibat volatilitas jangka pendek.

“Pasar selalu bergerak dinamis dan tidak ada pihak yang dapat memprediksi pergerakannya secara mutlak. Pendekatan paling rasional adalah melalui averaging—rutin menyisihkan dana secara konsisten, meskipun dengan nominal terjangkau mulai dari puluhan ribu rupiah setiap kesempatan,” jelasnya.

Indrawan juga menekankan pentingnya mereposisi alokasi investasi dalam perencanaan keuangan keluarga. Masyarakat diimbau tidak lagi menempatkan investasi sebagai pos pengeluaran dari “dana sisa” belanja bulanan, melainkan mengalokasikannya secara terencana di awal setelah memenuhi kebutuhan primer dan kewajiban rutin, dengan tetap memperhatikan profil risiko serta horizon waktu masing-masing individu.

Dana Kelolaan Tumbuh 16 Persen

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengelolaan aset tecermin pada lonjakan nilai dana kelolaan (assets under management/AUM) perseroan. Hingga penutupan semester I-2026, total AUM BCA tercatat menembus Rp339 triliun, melesat sekitar 16 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, menggarisbawahi bahwa laju pertumbuhan aset kelolaan ini memperlihatkan pergeseran kultural nasabah perbankan. Masyarakat kini semakin proaktif mendiversifikasi likuiditas mereka, bergerak melampaui produk simpanan tradisional seperti giro, tabungan reguler, maupun deposito.

“Kenaikan ini merefleksikan maturitas literasi finansial nasabah yang kian menyadari urgensi akumulasi kekayaan jangka panjang, sekaligus menandakan tingginya kepercayaan publik terhadap kredibilitas BCA dalam memitigasi risiko keuangan,” tutur Haryanto.

Bagi BCA, ekspansi AUM yang solid menjadi pijakan strategis untuk terus memperluas edukasi portofolio. Kuncinya bukan sekadar memburu imbal hasil tinggi secara spekulatif, melainkan membangun fondasi finansial yang tangguh melalui pemilihan instrumen yang disiplin, terdiversifikasi, dan sesuai dengan tujuan hidup investor.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts