SEANTERONEWS.com – Harga emas dunia berhasil membukukan pemulihan pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), setelah sebelumnya sempat terjerembab ke level terendah dalam satu bulan terakhir. Rebound ini dipicu oleh kombinasi aksi beli di harga rendah (bargain hunting) serta dinamika harga minyak global yang memberi ruang bagi logam mulia untuk menguat.
Berdasarkan data Reuters, harga emas spot ditutup menguat 0,8 persen ke level 4.557,56 Dolar AS per ons. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan ke posisi 4.568,50 Dolar AS per ons.
Faktor geopolitik tetap menjadi katalis utama penggerak pasar. Laporan terbaru mengenai serangan rudal dan drone di Uni Emirat Arab (UEA), serta rapuhnya gencatan senjata di Selat Hormuz, meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Jalur pelayaran vital tersebut telah mengalami gangguan sejak akhir Februari, yang berdampak signifikan pada rantai pasok komoditas global seperti minyak dan pupuk.
Meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan terbatas, posisinya yang masih bertahan di level tinggi terus memicu kekhawatiran akan inflasi global yang berkepanjangan. Dalam kondisi seperti ini, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) kembali menguat bagi para investor yang ingin mengamankan portofolio mereka.
Kendati menunjukkan pemulihan, penguatan emas masih tertahan oleh kebijakan moneter bank sentral. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding asset), emas harus bersaing ketat dengan aset keuangan lainnya di tengah ekspektasi suku bunga tinggi yang tetap bertahan.
Kini, fokus utama pasar beralih pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan meluncur pekan ini. Laporan tersebut dipandang sebagai indikator krusial untuk mengukur ketangguhan ekonomi AS. Pelaku pasar akan mencermati data ini untuk memprediksi apakah bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat atau mulai memberikan sinyal pelonggaran (penurunan suku bunga).
Tren kenaikan harga pada penutupan perdagangan kali ini tidak hanya dialami oleh emas. Beberapa logam mulia lainnya terpantau bergerak menguat secara serentak, di antaranya:
Platinum dan Paladium juga menunjukkan tren positif sejalan dengan membaiknya sentimen pasar terhadap komoditas logam.
Ketidakpastian ekonomi global dan situasi Timur Tengah diprediksi masih akan menjadi faktor dominan yang menentukan arah pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.[]










