BANDA ACEH – Proyek preservasi jalan nasional senilai Rp142 miliar yang dikerjakan di wilayah Kabupaten Bireuen dinilai mengabaikan aspek keselamatan pengendara. Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan minimnya rambu peringatan, marka sementara, serta pengamanan di titik-titik pekerjaan yang berpotensi membahayakan lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa ruas jalan yang sedang dalam tahap perbaikan dibiarkan tanpa penanda yang memadai, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut dinilai rawan kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua dan kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah warga dan pemerhati keselamatan jalan menilai pelaksana proyek kurang memperhatikan standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan sebagaimana diatur dalam ketentuan proyek jalan nasional. Padahal, proyek preservasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada kualitas fisik jalan, tetapi juga menjamin keamanan selama masa pelaksanaan. oce.id
Pihak terkait didesak untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan di lapangan, termasuk pemasangan rambu peringatan, lampu penerangan sementara, serta pengaturan lalu lintas di area pekerjaan. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.
Proyek preservasi jalan nasional ini sendiri bertujuan menjaga kondisi jalan agar tetap mantap dan layak dilalui. Namun tanpa pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan, pelaksanaan proyek justru berpotensi menimbulkan risiko baru bagi pengguna jalan di wilayah Bireuen.[]












