SEANTERONEWS.com – Pemerintah Kamboja resmi mendeklarasikan perang total terhadap sindikat kriminal siber di wilayahnya. Langkah tegas ini diambil menyusul penangkapan besar-besaran terhadap sosok yang diduga sebagai “otak” atau dalang utama di balik jaringan pusat penipuan (scam centre) internasional yang beroperasi di negara tersebut.
Otoritas keamanan Kamboja menegaskan bahwa operasi pembersihan ini tidak akan berhenti sampai seluruh sarang penipuan yang merugikan ribuan korban di seluruh dunia benar-benar habis.
Penangkapan tersangka utama, yang identitasnya kini tengah dalam penyelidikan mendalam, menjadi pukulan telak bagi organisasi kriminal tersebut. Sosok ini diduga mengelola infrastruktur canggih yang mempekerjakan ratusan orang secara paksa untuk melakukan berbagai modus penipuan, mulai dari investasi bodong hingga penipuan asmara (romance scam).
Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama intelijen ketat antara kepolisian Kamboja dengan lembaga penegak hukum internasional.
Polisi menyita ratusan perangkat elektronik, server, serta dokumen transaksi keuangan kripto yang bernilai jutaan dolar.
Menteri Dalam Negeri Kamboja menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi sindikat kriminal untuk menjadikan Kamboja sebagai “surga” penipuan siber.
Pasukan keamanan kini dikerahkan ke titik-titik rawan, termasuk kawasan ekonomi khusus yang diduga menjadi tameng operasional pusat scam.
Pemerintah mulai melakukan pemeriksaan ketat terhadap perusahaan teknologi asing yang beroperasi di Kamboja guna memastikan tidak ada aktivitas ilegal di balik kedok perusahaan resmi.
Pusat-pusat penipuan di Kamboja telah lama menjadi sorotan internasional, terutama terkait isu perdagangan manusia. Banyak pekerja di pusat scam ini adalah korban janji palsu lapangan kerja yang kemudian disekap dan dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan.
Operasi besar-besaran ini juga bertujuan untuk menyelamatkan para korban perbudakan modern tersebut dan merepatriasi mereka ke negara asal.
Para pakar keamanan menyambut baik langkah berani Kamboja. Dengan tumbangnya salah satu dalang utama, diharapkan aliran dana ilegal dari hasil penipuan siber global dapat ditekan. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena sisa-sisa jaringan ini kemungkinan akan mencoba mencari lokasi baru atau mengubah pola operasi mereka.[]












