OTOMOTIF

Misteri Kerusakan Kaki-Kaki Mobil Listrik: Pasca M6, BYD Atto 1 Tersungkur di Cengkareng Akibat Pqtah As Roda

JAKARTA — Kedisiplinan lalu lintas ibu kota mendadak diuji pada Senin pagi (2/11). Di tengah padatnya arus kendaraan di Jalan Ring Road Cengkareng, Jakarta Barat, sebuah mobil listrik BYD Atto 1 terpaksa menyerah dan lumpuh total di bahu jalan.

Kendaraan masa depan yang digadang-gadang mengusung teknologi mutakhir itu tampak tak berdaya setelah roda belakangnya terkulai akibat as roda yang patah.

​Berdasarkan keterangan pengemudi, petaka bermula ketika kendaraan sempat menghantam pembatas jalan saat meluncur menuju arah Tegal Alur sekitar pukul 04.00 WIB.

Dampak benturan tersebut langsung memicu kegagalan struktural yang fatal pada bagian kaki-kaki.

​”Saya tadi masih jalan 1-2 km, tiba-tiba ada bunyi braakk brakkk, gitu aja langsung copot. Saya kira as copot setelah benturan tadi,” ungkap pengemudi Atto 1, yang diunggah di akun Instagram resmi @sudinhub_jakbar, dilihat Sepasa (3/11/2026).

​Insiden ini bukan sekadar persoalan mobil mogok biasa. Kegagalan fungsi di sektor vital seperti as roda terlebih pada kendaraan listrik yang notabene sarat dengan inovasi teknologi memicu tanda tanya besar mengenai standar kendali mutu pabrikan.

Ketika kendaraan modern justru rentan mengalami kerusakan struktural akibat benturan yang seharusnya bisa diredam oleh rangka yang kokoh, faktor keselamatan konsumen jelas sedang dipertaruhkan.

​Dampak di lapangan pun langsung terasa. Posisi kendaraan yang melintang memicu simpul kemacetan parah di jam-jam krusial mobilitas warga.

Beruntung, 11 personel gabungan dari Suku Dinas Perhubungan dan Satpol PP Jakarta Barat sigap turun tangan melalui program “Gebrak Pagi” untuk mengurai arus dan mengevakuasi bangkai kendaraan.

​”Selain memindahkan kendaraan, petugas fokus mengatur arus supaya kemacetan tak makin parah,” jelas Endang Mulyono, Pengawas Tim Tindak Sudis Perhubungan Jakbar.

​Kasus Cengkareng ini, menyusul insiden serupa yang sebelumnya menimpa lini M6, seharusnya menjadi tamparan keras bagi industri otomotif elektrik.

Publik tidak lagi cukup disuguhi janji-janji manis efisiensi dan ramah lingkungan tanpa jaminan ketahanan fisik kendaraan yang mumpuni di medan nyata.

Tanpa audit kualitas yang terbuka dan transparan dari pihak produsen, kasus-kasus semacam ini dikhawatirkan akan meruntuhkan kepercayaan konsumen terhadap masa depan kendaraan listrik di Indonesia.(*)

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 20 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 00:00
27° Berawan
85% 7.2 km/j
Medan 23:00
29° Hujan Ringan
80% 3.1 km/j
Jakarta Pusat 00:00
32° Berawan
57% 14.2 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.

Tinggalkan Komentar

Related Posts