BREAKING

EKONOMI

Rupiah Melemah, Yanuar Rizky Kritik Logika Menkeu Purbaya

Ekonom senior Yanuar Rizky membantah pernyataan Menkeu Purbaya yang menyalahkan ekonom atas pelemahan rupiah. Simak fakta sentimen pasar dan kondisi fundamental ekonomi di sini.

SEANTERONEWS.com – Ketegangan antara pengambil kebijakan dan pengamat ekonomi kembali mencuat. Ekonom senior Yanuar Rizky melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai cenderung menyalahkan para ekonom atas timbulnya sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi nasional.

Menkeu Purbaya sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik dan menganggap kritik dari para ekonom sebagai upaya untuk menakut-nakuti publik.

Menanggapi hal tersebut, Yanuar Rizky membantah logika Menkeu yang menyebut bahwa persepsi negatif yang dibangun oleh para ekonom menjadi penyebab jatuhnya kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.

“Menteri Keuangan Purbaya, menurut saya untuk apa juga dia menyalahkan ekonom-ekonom,” ujar Yanuar dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Sabtu (2/5/2026).

Yanuar menilai, jika Menkeu menyalahkan persepsi ekonom sebagai penyebab pelemahan rupiah, maka secara tidak langsung ia mengakui bahwa pandangan para ekonom lebih dipercaya oleh pelaku pasar daripada pernyataan resmi pemerintah. “Dia dengan kata lain mengakui dong bahwa ekonom lebih didengar daripada dia. Didengar oleh pasar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yanuar menekankan beberapa poin krusial mengenai kondisi ekonomi saat ini:

Fakta Pelemahan Rupiah: Melemahnya nilai tukar rupiah adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri, bukan sekadar opini.

Kegagalan Narasi Pemerintah: Jika rupiah terus melemah meski pemerintah mengklaim kondisi aman, hal itu menunjukkan pasar lebih mengikuti analisis para ekonom daripada narasi “fundamental baik” milik pemerintah.

Akar Sentimen: Yanuar menyebut sentimen negatif pasar sebenarnya sudah dipicu sejak setahun lalu oleh lembaga internasional.

Menurut Yanuar, penggerak persepsi pasar yang melahirkan sentimen negatif sebenarnya bersumber dari keterangan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga tersebut sebelumnya telah memberikan penilaian bahwa fundamental ekonomi Indonesia sedang tidak dalam kondisi baik.

Perbedaan pandangan antara pemerintah yang mengandalkan narasi “fundamental kuat” dengan para ekonom yang menyodorkan data outlook pasar terus menjadi perhatian publik di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang belum stabil.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts