BREAKING

EKONOMI

Menkop: Gerai KDKMP Wajib Prioritaskan UMKM Lokal

Menkop Ferry Juliantono instruksikan gerai KDKMP prioritaskan produk UMKM lokal, perkuat posisi koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.

MAGELANG – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan seluruh jaringan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di tanah air untuk mengutamakan komoditas dan karya pelaku UMKM setempat sebagai produk jualan utama. Langkah ini dirancang agar etalase koperasi desa benar-benar berfungsi sebagai penyerap hasil produksi warga sekitar.

Guna memastikan mutu barang yang dipasarkan, kementerian akan mendampingi proses kurasi produk sekaligus menggembleng kompetensi para pengelola KDKMP lewat serangkaian pelatihan tata kelola ritel modern.

“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produk UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP,” tegas Ferry saat membuka agenda Borobudur Indonesia Expo bersamaan dengan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Kamis malam (17/9/2026).

Koperasi Jadi Pilar Utama Perekonomian

Ferry menerangkan, peta jalan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan tiga aktor utama secara berimbang, yakni koperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor swasta. Melalui paradigma ini, koperasi direstorasi fungsinya agar tidak lagi berada di pinggiran, melainkan kembali menjadi sokoguru utama gerak perekonomian nasional.

Guna membangkitkan marwah tersebut, Kementerian Koperasi menggulirkan tiga strategi akselerasi:

Penyegaran Citra (Rebranding): Mengikis stigma usang agar koperasi akrab bagi generasi milenial dan Gen Z. Upaya ini mendapat angin segar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mulai mengintegrasikan kembali materi perkoperasian ke dalam kurikulum pendidikan dasar serta menengah.

Digitalisasi Terpadu: Memacu migrasi ekosistem koperasi dari cara kerja konvensional menuju sistem digital modern agar gesit bersaing di pasar terbuka.

Peningkatan Akuntabilitas Tata Kelola: Tolok ukur keberhasilan koperasi digeser dari sekadar formalitas Rapat Anggota Tahunan (RAT) menuju penilaian konkret berbasis kinerja bisnis, ekspansi rantai pasok, dan keuntungan bagi anggota.

Hilirisasi Usaha Rakyat dan Peran Pemda

Kemenkop bertekad membawa badan usaha rakyat ini merambah kembali sektor-sektor strategis, mulai dari ranah produksi bahan baku, mata rantai distribusi logistik, hingga industri pengolahan dan jasa keuangan, selaras dengan visi awal pendirian bangsa.

Oleh karena itu, Ferry mendorong para pelaku ekonomi kreatif, penggiat pariwisata, hingga komunitas kesenian lokal untuk mengonsolidasikan diri ke dalam wadah koperasi. Skema ini diyakini mempercepat akses mereka terhadap injeksi permodalan formal, transfer teknologi, serta terbukanya ceruk pasar baru.

Ia pun meminta bupati dan wali kota di seluruh wilayah untuk aktif mendata dan membina sentra-sentra usaha potensial di daerah masing-masing agar dapat dihimpun dalam kelembagaan koperasi.

“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” tutup Ferry.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts