JAKARTA – Dunia literasi Indonesia patut berbangga atas pencapaian Erni Puspita Sari. Nama yang mungkin baru terdengar di telinga publik ini sukses mendobrak batasan dengan menerbitkan buku berjudul “The Girl Who Was Saved by Books” melalui sebuah penerbit di Kuwait pada tahun 2025 lalu.
Prestasi Erni tergolong langka dan luar biasa. Pasalnya, buku bergenre self-help dan kesehatan mental tersebut ditulis langsung dalam Bahasa Arab tanpa bantuan penerjemah. Langkah ini merupakan pencapaian teknis yang sulit dilakukan oleh penulis yang bukan penutur asli (non-native speaker).
Eksis di Pameran Buku Internasional Timur Tengah
Keberanian Erni tidak berhenti pada proses penulisan. Karyanya telah dipajang di berbagai ajang bergengsi dunia, termasuk Sharjah International Book Fair dan Riyadh International Book Fair. Kehadiran bukunya di pameran-pameran besar Timur Tengah ini membuktikan bahwa kualitas narasi penulis Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Pengalaman Erni memberikan pelajaran berharga bagi penulis muda tanah air bahwa peluang go international tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan memiliki keberanian untuk mencoba.
Mendobrak Mitos Kerumitan Penerbit Luar Negeri
Banyak penulis lokal sering kali merasa minder atau menganggap proses penerbitan luar negeri terlalu birokratis dan rumit. Kendala bahasa, standar editorial yang ketat, hingga minimnya jaringan sering kali menjadi tembok penghalang. Namun, Erni membuktikan sebaliknya.
“Pesan saya untuk penulis muda Indonesia yang ingin menembus penerbit luar negeri adalah: itu sangat mungkin. Jangan merasa minder atau takut duluan,” tegas Erni. Menurutnya, naskah yang kuat akan menemukan jalannya sendiri jika dikirimkan ke penerbit yang tepat.
Strategi Jaringan Distribusi Global
Salah satu keuntungan besar menerbitkan buku melalui penerbit luar negeri adalah akses distribusi yang luas. Erni menjelaskan bahwa penerbit internasional biasanya memiliki jaringan toko buku lintas negara dan distributor regional yang kuat.
Hal ini memungkinkan buku seorang penulis debutan sekalipun untuk langsung beredar di beberapa negara sekaligus tanpa harus menunggu waktu lama. “Ketika diterima oleh penerbit yang tepat, buku kita bisa langsung masuk ke jaringan pameran internasional dan dipromosikan secara global,” jelasnya.
Inspirasi bagi Generasi Penulis Baru
Kisah Erni Puspita Sari adalah bukti bahwa keterbatasan latar belakang—seperti kegagalannya masuk kedokteran di masa lalu—bukanlah akhir dari segalanya. Justru melalui literasi, ia mampu menemukan jalan baru yang membawa namanya harum di kancah internasional. Fokus pada isu kesehatan mental yang universal menjadi kunci mengapa karyanya dapat diterima dengan baik oleh pembaca di Timur Tengah.[]












