Banda Aceh – Dunia tinju profesional baru saja melahirkan sejarah baru. Petinju fenomenal asal Amerika Serikat, Shakur Stevenson, resmi mengukuhkan posisinya dalam jajaran elit legenda tinju setelah berhasil meraih gelar juara dunia di kelas berat keempatnya. Prestasi gemilang ini diraih usai Stevenson menundukkan perlawanan sengit Lopez dalam pertarungan perebutan gelar yang berlangsung di Las Vegas pada Minggu (01/02/2026).
Kemenangan ini menjadikan Stevenson salah satu dari sedikit petinju dalam sejarah yang mampu mendominasi empat divisi berat yang berbeda sepanjang karier profesionalnya.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Teknik Stevenson
Pertarungan yang dinanti-nantikan ini menyuguhkan adu taktik yang luar biasa. Meski Lopez tampil agresif sejak ronde awal, Stevenson menunjukkan kelasnya melalui pertahanan yang rapat dan serangan balik yang akurat:
Stevenson menggunakan jangkauannya dengan sangat efektif, membuat Lopez kesulitan mendaratkan pukulan telak.
Berdasarkan data statistik pertandingan, Stevenson unggul jauh dalam jumlah pukulan bersih (power punches) yang masuk ke area wajah dan tubuh lawan.
Memasuki ronde-ronde akhir, Stevenson tetap tampil bugar dan mampu mendikte ritme pertandingan hingga bel terakhir berbunyi.
Hasil Keputusan Juri
Setelah melewati 12 ronde yang penuh ketegangan, ketiga juri memberikan keunggulan poin mutlak bagi Shakur Stevenson. Skor akhir mencerminkan dominasi teknik yang diperlihatkan petinju berusia 28 tahun tersebut sepanjang laga.
Loncatan Karier: Menuju Status P4P Terbaik
Dengan sabuk juara dunia di kelas keempat ini, Stevenson kini sejajar dengan nama-nama besar seperti Canelo Alvarez dan Naoya Inoue dalam daftar petinju pound-for-pound (P4P) terbaik dunia.
Kemenangan ini memperpanjang rekor bersih Stevenson tanpa kekalahan, memperkuat daya tawar diplomasinya untuk laga unifikasi besar berikutnya.
Kemampuan Stevenson naik kelas dan tetap mempertahankan kecepatan serta kekuatannya membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta paling unik di era modern.
Spekulasi kini mengarah pada laga super-fight melawan juara-juara bertahan di kelas tersebut untuk menyatukan semua sabuk (undisputed).
“Saya datang untuk membuat sejarah, dan malam ini saya membuktikannya. Empat divisi, dan saya belum selesai,” ujar Stevenson dalam wawancara di atas ring sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.[]












