JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyoroti keras penanganan kasus penjual es gabus yang sempat viral di media sosial. Hotman menilai ada kejanggalan serius dalam peristiwa tersebut, terutama setelah muncul narasi permintaan maaf dari pihak yang diduga melakukan kekerasan.
Menurut Hotman, korban disebut mengalami pemukulan terlebih dahulu, namun setelah kasusnya ramai dan menuai sorotan publik, pelaku justru datang dengan sikap berbeda. “Habis digebukin, tiba-tiba pelakunya datang memeluk-meluk,” ujar Hotman dalam pernyataannya yang dikutip publik.
Hotman menilai tindakan semacam itu tidak bisa serta-merta menghapus dugaan kekerasan yang telah terjadi. Ia menegaskan bahwa hukum pidana tidak gugur hanya karena adanya permintaan maaf atau perdamaian secara personal, terlebih jika menyangkut dugaan penganiayaan.
Kasus penjual es gabus sendiri menjadi perhatian luas setelah beredar video dan pengakuan keluarga korban mengenai perlakuan yang diterima. Publik menuntut kejelasan hukum dan transparansi dalam penanganan perkara tersebut.
Hotman juga mengingatkan agar aparat penegak hukum bersikap profesional dan tidak terpengaruh tekanan opini publik. Menurutnya, keadilan harus ditegakkan berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku, bukan sekadar gestur simbolik di hadapan kamera. cnn.co.id
Hingga kini, masyarakat masih menanti tindak lanjut resmi dari aparat terkait kasus tersebut. Sorotan publik dinilai akan terus menguat sampai ada kepastian hukum yang jelas dan adil bagi korban.[]











