SIGLI – Situasi mencekam terjadi di pusat Kecamatan Kota Sigli saat si jago merah melalap area SPBU Kuala Beukah pada Jumat (23/01/2026). Mengingat risiko ledakan yang sangat tinggi, Polres Pidie mengambil langkah taktis dengan mengerahkan unit Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta untuk menjinakkan titik api.
Pengerahan mobil pemecah massa yang dialihfungsikan menjadi armada pemadam ini menjadi kunci sukses dalam mencegah api merembet ke tangki bahan bakar utama.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, melalui Kasat Samapta AKP Syafrizal, SH, menegaskan bahwa penggunaan mobil AWC merupakan langkah darurat yang paling efektif. Volume air yang besar dan tekanan tinggi dari meriam air tersebut sangat membantu personel Damkar Pemkab Pidie dalam melokalisir api di area yang sangat berbahaya.
“Kami bergerak cepat mengerahkan mobil AWC sebagai langkah preventif tingkat tinggi. Area SPBU memiliki potensi risiko ledakan yang besar, sehingga pengendalian api harus dilakukan secara masif dan instan,” ujar AKP Syafrizal.
Personel Polres Pidie bersinergi dengan Damkar, petugas SPBU, serta masyarakat sekitar untuk memastikan api dapat dipadamkan secara cepat dan tidak meluas ke area lain.
Selain berfokus pada pemadaman, pihak kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Kuala Beukah. Hal ini dilakukan guna mencegah kemacetan panjang yang dapat menghambat laju armada pemadam tambahan serta menjamin keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berkat kesigapan tim gabungan dan bantuan teknis dari mobil AWC Polres Pidie, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu singkat. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, dan arus lalu lintas kembali normal setelah area dinyatakan aman. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya titik api di SPBU tersebut.[]










