PIDIE JAYA – Komitmen untuk menutup rapat celah peredaran narkotika di wilayah hukum Pidie Jaya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Pada Jum’at (18/9/2026), jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya menyambut kunjungan kerja sekaligus silaturahmi strategis dari Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Banda Aceh, Rahmat Priyandoko.
Agenda penting ini digelar secara tertutup di Ruang Kerja Kapolres Pidie Jaya, Gampong Tueng Kluet, Kecamatan Trienggadeng, sejak pukul 09.00 WIB. Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., bertindak langsung sebagai tuan rumah dalam pertemuan yang difokuskan pada optimalisasi penegakan hukum tersebut.
Dalam pertemuan ini, kedua pimpinan instansi membawa formasi lengkap. Kapolres didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) yang menjadi ujung tombak operasional, yakni Kasat Reskrim AKP Saiful Kamal, S.T.K., S.I.K., M.A., Kasat Intelkam AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si., dan Kasat Resnarkoba IPTU Marjuli, S.Sos.
Kehadiran para kepala satuan ini menggarisbawahi urgensi pembahasan teknis di lapangan, sementara pihak KPPBC turut membawa sejumlah pejabat dan staf intinya.
Sorotan utama dalam diskusi lintas sektor ini adalah taktik dan strategi pemberantasan narkoba, secara khusus peredaran gelap sabu-sabu (methamphetamine). Mengingat sifat kejahatan narkotika yang merupakan jaringan terorganisasi (organized crime), kepolisian dan Bea Cukai menyepakati pentingnya percepatan pertukaran informasi intelijen.
Sebagai garda terdepan pengawasan lalu lintas barang, peran Bea Cukai sangat vital dalam memasok data analisis yang dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian di lapangan.
Selain fokus pada isu narkotika, AKBP Tendri Wardi dan Rahmat Priyandoko juga membahas pemetaan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Langkah-langkah antisipatif disusun agar setiap indikasi pelanggaran hukum, baik terkait penyelundupan barang ilegal maupun kejahatan lainnya, dapat ditangani secara proaktif dan komprehensif.
Kedua pimpinan sepakat bahwa ego sektoral harus ditekan demi mewujudkan pelayanan keamanan yang maksimal. Komunikasi antarkelembagaan tidak boleh sekadar formalitas di atas kertas, melainkan harus diterjemahkan ke dalam operasi gabungan atau koordinasi harian yang responsif. Sinergi ini diyakini akan memperkuat kepastian hukum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Pidie Jaya.
Rangkaian diskusi dan silaturahmi yang penuh keakraban ini berlangsung maraton dan baru berakhir pada pukul 16.30 WIB. Pertemuan ditutup dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk terus bersinergi secara berkelanjutan sesuai dengan ranah tugas pokok dan kewenangannya masing-masing.[]










