BREAKING

EKONOMI

Mata Uang India di Ambang Rekor Terendah Sepanjang Masa – Kapitalisasi Pasar Gemetar

SEANTERONEWS.com – Rupee India ($INR$) kembali berada di bawah tekanan ekstrem, melayang berbahaya di dekat rekor terendah sepanjang masa terhadap Dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh gabungan sentimen risiko global yang rapuh dan arus modal yang tidak seimbang (skewed flows), menimbulkan kekhawatiran serius di pasar keuangan India.

Meskipun ada intervensi halus dari bank sentral, tekanan jual terhadap Rupee terus berlanjut karena investor asing cenderung menarik dana mereka dari pasar berkembang.

Kelemahan Rupee saat ini bukan hanya akibat satu faktor, melainkan kombinasi kompleks yang menciptakan badai sempurna bagi mata uang India.

Ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran inflasi dan potensi resesi di negara-negara maju, mendorong investor global untuk mencari aset yang lebih aman, yaitu Dolar AS.

Terjadi kecenderungan arus modal asing langsung (FII) keluar dari pasar ekuitas dan obligasi India. Penjualan ini menghasilkan permintaan yang besar untuk Dolar AS, yang secara langsung menekan nilai Rupee.

Dolar AS tetap kuat di pasar global, didukung oleh prospek kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) atau data ekonomi AS yang positif, membuat mata uang Asia, termasuk Rupee, sulit untuk pulih.

“Rupee saat ini berada dalam posisi defensif. Setiap kali mata uang ini mencoba untuk pulih, tekanan jual asing kembali muncul, menjaga tetap di ambang batas terendah sepanjang masa,” kata analis.

Reserve Bank of India (RBI) atau Bank Sentral India diyakini telah melakukan intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) dan pasar spot lokal secara berkala untuk mencegah Rupee melewati ambang rekor terendah dan memicu kepanikan investor yang lebih luas.

Intervensi ini melibatkan penjualan Dolar dari cadangan devisa India untuk meningkatkan pasokan Rupee, namun para analis memperingatkan bahwa upaya ini hanya dapat menahan pelemahan, bukan membalikkan tren selama faktor-faktor fundamental global tetap tidak mendukung.

Jika Rupee resmi menembus rekor terendah, ini akan memicu lonjakan biaya impor India (terutama minyak), memperburuk inflasi, dan menaikkan biaya pinjaman bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki utang dalam Dolar AS. Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat setiap langkah RBI dan pergerakan harga minyak global.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts