PIDIE – Perayaan malam puncak Hari Jadi (Uroe Lahe) Kabupaten Pidie yang ke-515 berlangsung semarak dan penuh nuansa khidmat. Bertempat di Gedung Pidie Convention Center (PCC) Sigli, pada Sabtu (19/9/2026) malam, acara yang dimulai tepat pukul 21.00 WIB ini sukses memukau hadirin lewat ragam sorotan kemegahan budaya lokal.
Satu di antara momen paling bersejarah dalam perhelatan akbar tahun ini adalah penganugerahan “Anugerah Budaya” untuk kategori Insan Peduli Budaya. Penghargaan bergengsi tersebut secara resmi diserahkan kepada Cut Afrianidar.
Apresiasi tinggi ini diberikan atas dedikasi dan karya emasnya dalam menciptakan Motif Boh Muling (Buah Melinjo). Mahakarya seni kriya yang mengangkat identitas lokal tersebut kini telah diabadikan penggunaannya sebagai logo utama pada setiap peringatan tahunan Uroe Lahe Pidie. Penyerahan plakat dan piagam penghargaan dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi Umar, di atas panggung utama.
Kemenangan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Direktur Utama Yayasan MP Generation, Mellia Septiana, S.Kom. Ia memberikan ucapan selamat secara khusus atas pencapaian luar biasa tersebut.
Menurut Mellia, sosok Cut Afrianidar yang juga mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perdagkop) Kabupaten Pidie ini, merupakan figur pendorong kemajuan ekonomi kerakyatan. “Beliau adalah pimpinan dinas yang tak pernah lelah memotivasi para pengrajin dan pelaku UMKM di Pidie agar terus berinovasi dan naik kelas,” ungkap Mellia.
Kolaborasi antara Yayasan MP Generation dengan sang pencipta motif memang terjalin sangat erat. Rekam jejak mencatat, yayasan ini sering melibatkan Cut Afrianidar sebagai narasumber ahli di bidang kewirausahaan. Keilmuannya kerap dibagikan dalam berbagai forum strategis, mulai dari pelatihan yang diinisiasi oleh kementerian di tingkat nasional hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif skala daerah.
Penghargaan Anugerah Budaya ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi desain motif tradisional khas Pidie tidak hanya sekadar memperkaya khazanah kebudayaan daerah. Lebih dari itu, karya seni semacam ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mampu menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk merintis jalur kewirausahaan.
Secara keseluruhan, malam puncak Uroe Lahe Pidie ke-515 telah sukses menjelma menjadi panggung penghormatan tertinggi bagi para tokoh penggerak, penjaga, dan pelestari warisan indatu (leluhur) di Bumi Pedir.[]










