PIDIE JAYA – Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya kembali mengambil langkah proaktif dalam mendukung stabilitas daerah, khususnya pada sektor ekonomi riil dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pada Kamis (17/9/2026), Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dari Pemimpin Perum Bulog Cabang Sigli, Ahmad Fadly, beserta jajarannya.
Pertemuan strategis yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB tersebut dilangsungkan di Markas Komando (Mapolres) Pidie Jaya, Gampong Teungklut, Kecamatan Trienggadeng. Pertemuan ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam merespons isu-isu pangan di tengah masyarakat.
Dari jajaran kepolisian, Kapolres turut didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU), di antaranya Kabag Ops Kompol Chairil Anshar, S.Sos., S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si., dan Kasat Reskrim AKP Saiful Kamal, S.T.K., S.I.K., M.A. Sementara itu, dari pihak Bulog, hadir pula Kepala Gudang Bulog Pidie Jaya, Mustafa, yang datang bersama tim inti dari Cabang Sigli.
Agenda utama dalam pertemuan lintas sektoral ini menitikberatkan pada upaya memperkokoh sinergitas demi menjamin ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Diskusi tidak hanya terbatas pada ketersediaan stok, tetapi juga membedah secara teknis terkait pengamanan jalur distribusi pasokan bahan pangan dari gudang hingga ke tangan masyarakat.
Kolaborasi pengawasan antara Polri dan Bulog dinilai sangat krusial sebagai langkah preventif. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran rantai pasok sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok (sembako) agar tetap terjangkau dan tidak membebani masyarakat, terlebih di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Silaturahmi ini secara efektif membuka ruang komunikasi yang lebih intensif antara aparat penegak hukum dan lembaga urusan logistik pangan. Dengan adanya jalur koordinasi yang kuat, potensi penyelewengan distribusi maupun isu kelangkaan barang di wilayah hukum Polres Pidie Jaya dapat diantisipasi dan dimitigasi secara dini.
Rangkaian kegiatan diskusi dan koordinasi tersebut berlangsung komprehensif hingga berakhir pada pukul 16.00 WIB. Seluruh rangkaian pertemuan berjalan dalam suasana yang hangat, aman, dan sangat kondusif, menghasilkan komitmen bersama untuk mengawal perut rakyat Pidie Jaya.[]










