PIDIE – Peringatan Hari Jadi (Uroe Lahee) Kabupaten Pidie yang ke-515 berlangsung dengan penuh gegap gempita. Momen bersejarah ini turut diwarnai oleh partisipasi aktif jajaran manajemen dan tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen yang melebur bersama masyarakat dalam gelaran Pawai Budaya Beuingat.
Kehadiran korps kesehatan berseragam di tengah parade budaya ini memberikan warna tersendiri. Langkah ini menjadi representasi nyata dari pihak rumah sakit bahwa dedikasi mereka tidak semata-mata terkungkung di ruang-ruang medis, melainkan juga menyentuh aspek pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
Ribuan warga tampak memadati rute pawai, menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Acara ini memang sengaja dikemas sebagai wadah refleksi sekaligus upaya konkret merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap akar sejarah, adat istiadat, dan kekayaan budaya Pidie yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Direktur RSUD Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen, dr. Kamaruzzaman, mengungkapkan rasa bangganya dapat memimpin langsung jajaran civitas hospitalia dalam perayaan tahunan ini. Menurutnya, partisipasi rumah sakit adalah bentuk penghormatan institusi terhadap identitas kultural daerah.
“Selamat merayakan Uroe Lahee Pidie yang ke-515. Momentum Pawai Budaya Beuingat ini adalah panggilan bagi kita semua untuk terus merajut kebersamaan. Mari kita jaga warisan indatu (leluhur) demi mewujudkan tatanan masyarakat Pidie yang sejahtera, sehat, dan penuh martabat,” tutur dr. Kamaruzzaman dalam pernyataan resminya.
Lebih dari sekadar ajang perayaan, peringatan hari jadi ini juga dijadikan tonggak evaluasi dan motivasi bagi RSUD Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen. Pihak manajemen menegaskan kembali komitmen jangka panjang mereka untuk terus memacu peningkatan kualitas layanan kesehatan publik bagi warga Pidie dan kawasan sekitarnya.
Sejalan dengan filosofi pelayanan mereka yang berbunyi, “Melayani dengan Hati, Merawat Tradisi”, seluruh direksi dan staf rumah sakit bertekad menghadirkan pendekatan medis yang mengedepankan sisi humanis. Mereka berharap, bertambahnya usia Kabupaten Pidie ini dapat sejalan dengan hadirnya layanan kesehatan yang semakin prima, berempati tinggi, dan senantiasa berpijak pada akar budaya masyarakat setempat.[]










