BANDA ACEH — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh memasuki babak kepemimpinan baru periode 2026–2030 dengan agenda memperkuat identitas keilmuan dakwah dan memperluas peran lulusan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam acara lepas sambut pimpinan dekan dan wakil dekan FDK periode 2022–2026 kepada jajaran pimpinan baru periode 2026–2030 yang berlangsung di Ruang Sidang Dekan FDK UIN Ar-Raniry, Selasa (15/9/2026).
Dekan FDK periode 2026–2030, Prof. Jasafat, MA, mengatakan penguatan identitas keilmuan menjadi salah satu pijakan awal kepemimpinannya. Menurutnya, mahasiswa dan lulusan FDK perlu memiliki kebanggaan terhadap keilmuan dakwah sekaligus mampu menerjemahkannya menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
> “Kita ingin mencerminkan identitas keilmuan dakwah secara khusus. Lulusan dan mahasiswa FDK harus bangga dengan identitasnya sebagai konsultan sosial keagamaan,” ujar Jasafat.
Ia menegaskan, keberadaan lulusan FDK tidak cukup hanya ditandai dengan penguasaan teori dan gelar akademik. Mereka diharapkan mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan sosial dan keagamaan.
“Kehadiran mereka di tengah masyarakat harus membawa dampak nyata, menjadi solusi, dan bergerak menciptakan kebaikan sesuai disiplin ilmunya masing-masing,” katanya.
Jasafat juga mengajak seluruh sivitas akademika FDK, mulai dari pimpinan, dosen hingga tenaga kependidikan, membangun pola kerja yang lebih dinamis dan kolaboratif.
Menurutnya, sinergi internal diperlukan agar berbagai program yang telah berjalan dapat dilanjutkan sekaligus dikembangkan sesuai kebutuhan dan tantangan baru yang dihadapi FDK.
“Kita harus bergerak bersama dinamis sebagai mitra kerja. Ini menjadi landasan awal untuk membangun energi persatuan dalam membangun negeri,” ujarnya.
**Lima Prodi Raih Akreditasi Unggul**
Sementara itu, Dekan FDK periode 2022–2026, Prof. Kusmawati Hatta, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya.
Ia mengatakan berbagai target yang tercantum dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) dan integritas pakta telah terpenuhi, termasuk peningkatan jumlah mahasiswa serta penguatan mutu program studi melalui proses reakreditasi.
Salah satu pencapaian penting, kata Kusmawati, adalah keberhasilan lima program studi lama di lingkungan FDK meraih predikat **Unggul**.
Kelima prodi tersebut adalah Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Manajemen Dakwah (MD), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan Kesejahteraan Sosial (Kesos).
“Pada tahun 2026 ini, seluruh prodi lama di FDK telah meraih akreditasi Unggul. Sementara prodi baru, Manajemen Haji dan Umrah (MHU), saat ini sedang berproses menuju ke sana,” ujar Kusmawati.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika FDK. Ia berharap berbagai prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada kepemimpinan periode berikutnya.
Kusmawati juga menyatakan kesiapan dirinya bersama jajaran pimpinan periode sebelumnya untuk tetap memberikan kontribusi apabila diperlukan dalam pengembangan FDK ke depan.
Acara lepas sambut tersebut menampilkan jajaran pimpinan FDK periode 2022–2026, pimpinan periode 2026–2030, perwakilan dosen, serta tenaga kependidikan.
Acara diakhiri dengan penyerahan cendermata kepada pimpinan periode sebelumnya dan foto bersama. (*)











