ACEHNASIONAL

Proyek Belum Setahun Sudah “Bocor Berjamaah” Warga Meunasah Blang Sakti Curiga Pipa PDAM Berkualitas Rendah

PIDIE – Sorotan tajam kembali mengarah pada proyek pemasangan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Baru seumur jagung dan belum genap satu tahun selesai dikerjakan, proyek ini kini dituding warga menjadi biang keladi rusaknya fasilitas publik akibat fenomena ‘bocor berjamaah’ yang tak kunjung usai. Dampak dari kebocoran massal ini tidak main-main.

Rembesan air yang keluar terus-menerus kini telah menghancurkan struktur jalan lintas strategis yang menghubungkan Kota Bakti menuju Gumpueng, Tiro, dan daerah sekitarnya.

Kemarahan warga Meunasah Blang kian memuncak setelah mengetahui bahwa upaya perbaikan yang dilakukan terkesan asal-asalan. Faktanya, hanya dalam waktu tiga hari setelah pekerja turun ke lapangan untuk menempel pipa, kebocoran baru justru kembali muncul di lokasi yang sama dan titik-titik berbeda seolah menjadi siklus tanpa akhir.

Depan Rumah Warga Jadi “Kubangan”, Nyawa Pengendara Malam Terancam

Kondisi paling parah terlihat jelas di depan rumah salah seorang warga bernama Ibu Ainal Mardhiah. Akibat semburan air bawah tanah dari pipa yang bocor, jalan di area tersebut amblas hingga membentuk lubang sedalam 15 sentimeter yang digenangi air.

Kondisi lubang yang dalam dan tertutup genangan air ini dinilai sangat mematikan bagi para pengguna jalan, khususnya pada malam hari karena minimnya penerangan.

Tokoh masyarakat setempat, M. Yusuf, S.H., dengan tegas menyuarakan keluhan ini. “Jalan lintas sampai berlubang 15 cm dan tergenang air tepat di depan rumah Ibu Ainal. Ini sangat parah dan berpotensi besar memicu kecelakaan maut (laka lantas) bagi pengguna jalan yang melintas di malam hari,” ujar M. Yusuf dengan nada geram.

Keuchik Desak Evaluasi Total, Warga Curiga Pipa Berkualitas Rendah

Kondisi di lapangan ini memperkuat kecurigaan besar yang sejak awal diembuskan oleh masyarakat. Warga menduga kuat bahwa material pipa yang digunakan dalam proyek bernilai besar ini memiliki kualitas rendah alias di bawah standar, sehingga rapuh dan sama sekali tidak mampu menahan tekanan air dalam jangka panjang.

Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Blang Sakti secara langsung menyampaikan tuntutan keras warganya. Pihaknya mendesak agar manajemen PDAM tidak lagi menggunakan metode tambal sulam yang terbukti gagal.
“Kami sangat mengharapkan pihak PDAM untuk segera menindaklanjuti kebocoran pipa ini secara menyeluruh dan permanen.

Jangan sampai pembiaran ini terus berlanjut hingga memakan korban jiwa atau menambah musibah bagi masyarakat desa kami dan pengguna jalan sekitar,” tegas Keuchik Meunasah Blang.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih cemas menanti aksi nyata dari instansi terkait, sementara air bersih terus terbuang sia-sia dan lubang di jalan lintas Kota Bakti–Tiro semakin melebar.

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts