ACEH

Peringati Hari Lahir ke-515, Pemkab Pidie Helat Pesta Budaya dan Pameran UMKM Akbar di PCC Sigli

Pemkab Pidie gelar perayaan Hari Lahir ke-515 pada 16–20 September 2026 di PCC Sigli, hadirkan pawai budaya, expo UMKM, dan ragam seni tradisi.

PIDIE – Menyambut hari jadi ke-515 yang sarat akan rekam jejak sejarah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie bersiap menggelar rangkaian perayaan akbar bertajuk Peuingat Uroe Lahè (Hari Lahir) Kabupaten Pidie. Perhelatan budaya dan pesta rakyat ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 16 hingga 20 September 2026, dengan pusat kegiatan di Pidie Convention Center (PCC) Kota Sigli serta area sekitarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Pidie, Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dirancang secara komprehensif. Acara ini memadukan nilai historis sakral masa kejayaan Kerajaan Pedir dengan hiburan kesenian rakyat dan penguatan ekonomi akar rumput.

“Peringatan usia ke-515 tahun ini kami konsep meriah dan megah, namun tetap menjaga substansi nilai adat dan keagamaan. Rangkaian acaranya sangat padat, mulai dari parade pawai budaya kolosal, eksibisi UMKM perwakilan 23 kecamatan, pameran artefak sejarah, hingga atraksi seni bela diri tradisional geudeu-geudeu,” papar Iqbal dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Jadwal dan Agenda Rangkaian Acara

Penyelenggara telah menyusun rangkaian agenda harian yang melibatkan partisipasi lintas elemen masyarakat:

Rabu, 16 September 2026: Kick-off dimulai pukul 10.00 WIB melalui pembukaan Pentas Seni Budaya serta Expo UMKM dari 23 kecamatan di Gedung PCC. Stan pameran menampilkan produk kriya, rempah dan kuliner autentik Pidie, artefak masa lampau, hingga gerai pelayanan publik kilat berupa pengurusan berkas kependudukan dan legalitas usaha mikro. Malam harinya diisi dengan pentas musik etnik dari Sanggar Suloh Nanggroe, Rapai Grimpheng Trueng Campli, serta Orfeus Band.

Kamis, 17 September 2026: Sesi sore (16.30–18.00 WIB) menyajikan atraksi olahraga pertarungan tradisional khas Pidie, Geudeu-Geudeu, yang sarat unjuk ketahanan fisik. Memasuki malam hari, suasana beralih menjadi religius melalui gelaran Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), pentas nasyid, dan seni musik gambus.

Jumat, 18 September 2026: Dimulai pukul 08.30 WIB dengan agenda ziarah, zikir, dan doa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di kompleks Makam Raja Pedir Sultan Ma’rufsyah. Pada malam hari, diselenggarakan atraksi seni tutur hikayat serta perekaman khusus tradisi Meugrop yang tengah diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Sabtu, 19 September 2026 (Malam Puncak): Pukul 07.30 WIB, ribuan peserta dari unsur pelajar dan delegasi 23 kecamatan tumpah ruah dalam Pawai Budaya Kolosal berbusana adat Aceh dari Masjid Agung Al-Falah menuju Pendopo Bupati. Siang harinya digelar tradisi Khanduri Raya dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Panggung malam puncak dimeriahkan penampilan musisi Apache 13, tari kreasi Seulanga, J.R Choral Club, serta pertunjukan magis Rapai Daboh dan tari Seudati.

Minggu, 20 September 2026 (Penutupan): Rangkaian hari terakhir dibuka pukul 07.00 WIB dengan agenda sepeda santai berhadiah, senam massal, Jambore Sepeda, kejuaraan balap Drag Race, hingga turnamen Karate FORKI memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie.

Melalui perhelatan akbar lintas sektor ini, pemerintah daerah berharap generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarah leluhurnya, sekaligus menjadikan momentum peringatan hari lahir sebagai penggerak nyata perputaran ekonomi kreatif di Kabupaten Pidie.[]

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts