BREAKING

NASIONAL

Menkop Ferry Juliantono Dorong Koperasi di Lembah Baliem

Menkop Ferry Juliantono dorong pembentukan koperasi di Papua Pegunungan untuk angkat nilai ekonomi produk lokal dan kopi Wamena.

JAYAWIJAYA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memanfaatkan momentum Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Kampung Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (7/8/2026), untuk menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi. Ia menilai, koperasi adalah instrumen paling tepat untuk menghimpun potensi besar masyarakat Papua agar naik kelas.

Dalam festival yang menjadi etalase kekayaan budaya Papua tersebut, Menkop Ferry menegaskan bahwa Papua Pegunungan memiliki komoditas unggulan berdaya saing tinggi, mulai dari kopi Wamena yang mendunia, kerajinan noken, hingga beragam produk kreatif lainnya. Namun, tanpa pengelolaan kolektif, produk-produk tersebut sulit menembus pasar skala nasional dan internasional.

Strategi Meningkatkan Skala Ekonomi

Ferry menekankan bahwa petani kopi dan pelaku industri kreatif di Papua harus meninggalkan pola usaha mandiri yang terbatas. Dengan berhimpun dalam badan usaha koperasi, masyarakat akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat, akses pembiayaan yang lebih terukur, serta akses pasar yang lebih luas.

“Kami telah bersepakat agar sanggar-sanggar budaya serta para petani kopi di wilayah ini membentuk koperasi. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan skala ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan oleh pihak ketiga,” ujar Ferry.

Kementerian Koperasi berkomitmen penuh untuk memberikan pendampingan kelembagaan. Fokusnya adalah mengubah para pelaku UMKM dan petani di tanah Papua menjadi pengusaha yang profesional, mandiri, dan mampu mengelola rantai produksi secara berkelanjutan.

Sinergi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kehadiran Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, dalam acara yang sama memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menilai kekayaan budaya dan keindahan alam Lembah Baliem adalah modal besar untuk destinasi wisata berkelas dunia.

“Sinergi antara sektor pariwisata, UMKM, dan koperasi adalah fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Kopi Wamena dan desa wisata bisa menjadi daya tarik utama yang meningkatkan durasi tinggal wisatawan di sini,” jelas Ni Luh Enik.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, menyambut baik dorongan Menkop tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini festival budaya telah menjadi ruang promosi yang efektif, namun tanpa manajemen usaha kolektif, dampaknya terhadap pendapatan masyarakat sering kali terbatas.

“Pengelolaan usaha secara kolektif melalui koperasi adalah solusi yang kami butuhkan. Ini akan mempermudah pembinaan dan memperluas jaringan pemasaran produk kreatif warga kami,” kata Atenius.

Melalui dorongan pembentukan koperasi di Lembah Baliem, pemerintah berharap festival budaya tidak hanya menjadi agenda seremoni tahunan, melainkan menjadi titik balik bangkitnya koperasi produktif. Dengan tata kelola yang profesional, masyarakat Papua Pegunungan kini memiliki peluang lebih besar untuk mengangkat daya saing produk lokal ke panggung nasional maupun internasional, sekaligus mengukuhkan kemandirian ekonomi dari tanah mereka sendiri.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts