SEANTERONEWS.com – Langkah kejutan datang dari Google. Tanpa adanya pengumuman resmi kepada publik, perusahaan diam-diam telah menghentikan operasional “Project Mariner“, salah satu eksperimen kecerdasan buatan (agentic AI) perintis untuk navigasi peramban web.
Penutupan yang berlaku efektif sejak 4 Mei 2026 ini pertama kali diendus oleh jurnalis teknologi Wired, Max Zeff. Melalui pantauannya di halaman utama Project Mariner, Google kini hanya menyematkan pesan perpisahan singkat.
“Terima kasih telah menggunakan Project Mariner. Layanan ini telah ditutup pada 4 Mei 2026, dan teknologinya telah diintegrasikan ke dalam produk Google lainnya,” tulis keterangan di situs tersebut. Lebih lanjut, Google kini mengarahkan para penggunanya untuk beralih ke Gemini Agent guna menyelesaikan berbagai instruksi yang kompleks.
Kilas Balik Eksklusivitas Project Mariner
Dirilis perdana pada Desember 2024 dan sempat menjadi primadona dalam perhelatan Google I/O 2025, Project Mariner pada dasarnya difungsikan sebagai asisten riset cerdas. Alat ini dirancang untuk meringankan beban riset mendalam pengguna di internet, seperti membandingkan harga tiket pesawat termurah, menyusun rencana penginapan hotel, hingga riset sebelum membeli barang tertentu.
Kecanggihan alat ini tidak main-main. Ia mampu mengeksekusi hingga 10 tugas lintas situs secara bersamaan. Namun, aksesnya terbilang sangat eksklusif. Pengguna diwajibkan berlangganan Google AI Ultra dengan tarif fantastis sebesar $249,99 (sekitar Rp3,8 juta) per bulan untuk bisa menikmati fiturnya.
Kini, dengan ditutupnya layanan tersebut, Google menyuguhkan alternatif yang jauh lebih mudah diakses. Ekosistem fungsionalitas serupa kini telah ditanamkan secara native pada Gemini Agent, mode pencarian AI terbaru, hingga fitur auto-browse di Google Chrome yang baru saja meluncur awal tahun ini.
Sinyal Kejutan di Google I/O 2026?
Langkah Google yang secara tiba-tiba “menyuntik mati” sebuah produk tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari merupakan sesuatu yang di luar kebiasaan perusahaan. Terlebih lagi, penutupan ini terjadi hanya beberapa pekan menjelang konferensi pengembang akbar, Google I/O 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei mendatang.
Banyak analis menilai bahwa pemangkasan ini adalah strategi Google untuk “membersihkan etalase” eksperimentalnya sebelum mengumumkan lompatan teknologi yang lebih masif.
Laporan sebelumnya dari Zeff juga mengungkap fakta menarik: sumber daya manusia dan tim pengembang di balik Project Mariner tidak diberhentikan, melainkan dipindahtugaskan. Mereka kini difokuskan untuk menggarap proyek rahasia berupa agen AI baru yang digadang-gadang mirip dengan arsitektur OpenClaw.
Jika progres proyek rahasia ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin Google sedang mengambil ancang-ancang untuk merilis alat agentic AI generasi terbaru di ajang I/O nanti. Langkah ini dinilai sangat krusial guna menjaga dominasi Google di tengah sengitnya gempuran para rival di industri kecerdasan buatan global.[]










