BREAKING

EKONOMI

Strategi Airlangga Genjot Ekonomi Kuartal II 2026

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto optimis ekonomi kuartal II 2026 tumbuh positif lewat optimalisasi belanja negara, gaji ke-13, dan investasi asing.

SEANTERONEWS.com – Pemerintah Republik Indonesia terus bermanuver untuk menjaga momentum positif pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II/2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menetapkan optimalisasi belanja negara sebagai ujung tombak penggerak ekonomi dalam periode April hingga Juni mendatang.

Dalam paparannya di Jakarta, Selasa (5/5/2026), Airlangga menyebutkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih memiliki ruang gerak yang luas untuk menstimulus perekonomian domestik.

Strategi ini bukan tanpa alasan. Pada kuartal pertama, pengeluaran pemerintah terbukti menjadi bantalan yang sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Salah satu sektor yang akan kita akselerasi adalah belanja pemerintah. Mengingat basis belanja pada periode yang sama tahun lalu cukup rendah, langkah ini diyakini akan menjadi pendorong utama di kuartal kedua,” ungkap Airlangga.

Jaga Daya Beli dan Stimulus Otomotif

Selain memaksimalkan belanja kementerian dan lembaga, pemerintah menaruh perhatian khusus pada stabilitas daya beli masyarakat. Guna memacu konsumsi rumah tangga di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah bersiap mencairkan Gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri yang dijadwalkan turun pada bulan Juni 2026.

Lebih lanjut, dukungan terhadap industri hijau juga terus dimatangkan melalui kebijakan insentif fiskal. Airlangga membocorkan bahwa skema subsidi untuk kendaraan listrik, khususnya motor listrik, akan segera diserahkan kepada Presiden untuk disetujui. Langkah ini diharapkan mampu merangsang daya beli sekaligus menekan emisi karbon.

Katalis Investasi Triliunan Rupiah

Dari sektor penanaman modal, pemerintah optimis melanjutkan tren positif. Setelah mencetak pertumbuhan investasi sebesar 7,2 persen pada kuartal I/2026, pemerintah kini membidik komitmen investasi raksasa yang nilainya diperkirakan menembus Rp540 triliun.

Aliran modal asing tersebut bersumber dari tiga negara mitra strategis, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. “Investasi kuartal I berhasil naik 7 persen. Kami berharap momentum kuat ini bisa terus berlanjut ke kuartal II,” tegas Menko Airlangga.

Meski belum merilis angka proyeksi resmi untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua, Airlangga sangat percaya diri dengan resiliensi ekonomi Indonesia. Kesuksesan ekonomi domestik melampaui prediksi berbagai lembaga keuangan internasional di awal tahun menjadi pondasi optimisme tersebut.

“Untuk kuartal II kita belum membuat proyeksi. Namun, kita patut mensyukuri capaian kuartal pertama di mana Indonesia mampu melampaui ekspektasi global. Ini adalah sinyal positif yang sangat kuat bagi pasar,” tutupnya.

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts