BANDA ACEH – Prosesi pelepasan Jemaah Haji Kloter Perdana Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026) pukul 15.00 WIB, berlangsung penuh khidmat dan haru. Di balik suasana religius ratusan tamu Allah, perhatian publik tertuju pada sebuah pemandangan sarat makna: kebersamaan erat antara tiga tokoh penting Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Sekda Aceh Muhammad Nasir, dan Ketua DPRA Aceh Zulfadli tampak berdiri berdampingan dan saling menggenggam tangan bersama unsur ulama serta tokoh masyarakat. Gestur akrab ini menjadi sinyal kuat bahwa pucuk kepemimpinan di Serambi Mekkah sedang menunjukkan wajah persatuan yang sesungguhnya.
Momen tersebut dinilai lebih dari sekadar seremonial foto biasa. Kehadiran menyatu antara unsur eksekutif, legislatif, dan aparat keamanan di hadapan rakyat mengirimkan pesan bahwa stabilitas daerah dibangun melalui harmoni.
Irjen Pol Marzuki Alibasyah tampil sebagai figur pengayom yang merangkul seluruh elemen tanpa sekat protokoler yang kaku. Kapolda tampak membaur hangat dengan Gubernur, Ketua DPRA, dan para ulama dalam suasana persaudaraan yang kental.
“Momentum ibadah haji ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, silaturahmi, dan kebersamaan kita semua dalam menjaga Aceh tetap damai,” ujar Irjen Pol Marzuki Alibasyah di sela-sela kegiatan.
Foto yang beredar memperlihatkan para pemimpin ini berdiri dalam satu barisan sambil menggenggam tangan bersama tokoh ulama. Potret ini menyentuh hati masyarakat karena menggambarkan pesan mendalam bahwa Aceh hanya akan kuat jika pemimpinnya kompak dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dinamika politik.
Solidaritas yang ditunjukkan Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Muzakir Manaf, dan Zulfadli menegaskan tiga poin penting bagi masa depan Aceh:
Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri.
Legislatif tidak bisa berdiri sendiri.
Aparat keamanan tidak bisa bekerja sendiri.
Melalui momen pelepasan haji ini, para pemimpin Aceh seakan berjanji bahwa dengan bergandengan tangan bersama ulama dan rakyat, Aceh akan tetap aman, damai, religius, dan bermartabat. Sosok Kapolda Aceh pun kembali menegaskan perannya, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pemersatu di Bumi Serambi Mekkah.[]










