BREAKING

ACEH

Peduli Banjir Tamiang, Wamenhaj Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berlanjut

Wamenhaj menyalurkan bantuan pendidikan bagi pelajar korban banjir di Aceh Tamiang. Simak detail kepedulian pemerintah untuk pemulihan sektor pendidikan di sini.

ACEH TAMIANG – Komitmen pemerintah dalam memastikan keberlangsungan pendidikan di wilayah pascabencana terus diperkuat. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan pendidikan bagi para siswa yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini diambil untuk meringankan beban para orang tua serta memotivasi para pelajar agar tetap semangat menuntut ilmu meski sarana dan prasarana pendidikan mereka sempat terganggu akibat luapan air yang melanda wilayah tersebut.

Dalam kunjungannya, Wamenhaj menekankan bahwa pendidikan adalah aset bangsa yang tidak boleh terhenti oleh situasi bencana. Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan esensial bagi para siswa, antara lain:

Perlengkapan Sekolah: Paket buku, alat tulis, dan tas sekolah untuk mengganti peralatan yang rusak atau hilang terbawa arus.

Beasiswa Khusus: Dukungan dana pendidikan untuk membantu keberlanjutan studi bagi siswa dari keluarga yang terdampak ekonomi paling berat.

Dukungan Moral: Pemberian motivasi langsung kepada para tenaga pendidik dan siswa agar segera bangkit dari masa sulit.

Wamenhaj menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas sektoral untuk mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait terus berupaya melakukan perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan infrastruktur.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita di Aceh Tamiang tidak merasa sendirian. Pendidikan mereka adalah prioritas, dan kami akan terus mendukung proses pemulihan ini,” ujar Wamenhaj dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian langsung dari pemerintah pusat. Banjir yang melanda beberapa waktu lalu memang sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di beberapa titik, sehingga bantuan pendidikan ini dinilai sangat tepat sasaran.

Masyarakat, khususnya para orang tua siswa, mengaku sangat terbantu dengan adanya paket perlengkapan sekolah ini. Mengingat banyak harta benda yang tidak sempat diselamatkan saat banjir datang, bantuan berupa alat tulis menjadi bantuan yang sangat mendesak.

Memasuki awal tahun 2026, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas publik di Aceh Tamiang, termasuk sekolah, dapat kembali berfungsi 100%. Selain bantuan logistik, program mitigasi bencana di lingkungan sekolah juga mulai disosialisasikan agar para guru dan siswa lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts