INTERNASIONAL

Dominasi Beras India di Pasar Dunia Ternyata Picu Krisis Air Global yang Mengerikan

SEANTERONEWS.com – India memang boleh bangga sebagai “Raja Beras Dunia”, namun gelar tersebut kini membawa ancaman eksistensial yang mengerikan. Laporan terbaru dari Reuters mengungkapkan bahwa dominasi India dalam perdagangan beras global secara tidak langsung telah mempercepat krisis air tanah yang sangat parah di wilayah tersebut.

Fenomena ini disebut para ahli sebagai “ekspor air virtual”, di mana India menguras cadangan air tanahnya yang terbatas untuk memproduksi beras murah yang dikonsumsi oleh miliaran orang di seluruh dunia, termasuk di Asia dan Afrika.

Berdasarkan data yang dirilis pada Selasa (30/12/2025), ketergantungan dunia pada pasokan beras India telah mencapai titik yang mengkhawatirkan:

Dibutuhkan sekitar 3.000 hingga 5.000 liter air untuk memproduksi hanya satu kilogram beras. Dengan jutaan ton yang diekspor, India secara teknis sedang mengirimkan cadangan air masa depannya ke luar negeri.

Di wilayah lumbung pangan seperti Punjab dan Haryana, permukaan air tanah merosot ke tingkat yang membahayakan akibat pompa mesin yang bekerja 24 jam untuk irigasi.

Jika India membatasi ekspor untuk menyelamatkan lingkungan mereka, harga beras dunia dipastikan akan melonjak tajam, memicu kelaparan global.

Sebagai salah satu pengimpor beras dalam jumlah besar, stabilitas pasokan dari India sangat krusial bagi ketahanan pangan Indonesia. Namun, laporan ini memperingatkan bahwa model pertanian India saat ini “tidak berkelanjutan”.

Jika krisis air ini mencapai titik didih, India kemungkinan besar akan dipaksa untuk menghentikan ekspor secara permanen guna menjaga kebutuhan domestik mereka, yang akan memicu kekacauan harga di pasar internasional.

Para ilmuwan mendesak adanya perubahan radikal, mulai dari teknik tanam hemat air hingga diversifikasi tanaman. Namun, mengubah kebiasaan jutaan petani di India bukanlah perkara mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Kita sedang menukar masa depan sumber daya air kita dengan keuntungan perdagangan jangka pendek. Dunia harus bersiap menghadapi konsekuensi dari beras murah ini,” ujar seorang pakar kebijakan air internasional.[]

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 20 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 03:00
26° Cerah
89% 2.5 km/j
Medan 03:00
26° Cerah Berawan
95% 2.1 km/j
Jakarta Pusat 03:00
30° Cerah Berawan
72% 4.3 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Related Posts