SeanteroNews.com, 16 Oktober 2025 – Memasuki tahun pertama masa jabatan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kebijakan pangan nasional yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Pertanian menunjukkan capaian yang nyata dan dirasakan masyarakat. Survei Litbang Kompas menyebut 77 persen publik percaya bahwa kenaikan harga gabah telah membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
Regulasi penting yang menjadi landasan adalah Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Salah satu langkah strategis adalah penetapan harga pembelian gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram, serta target pengadaan 3 juta ton beras dalam negeri. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat cadangan nasional dan menjaga ketersediaan serta stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Capaian positif juga terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) per September 2025 mencapai 124,36 — angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Angka NTP di atas 100 menunjukkan bahwa pendapatan petani lebih tinggi dari biaya produksi, berarti kesejahteraan petani terus membaik.
Selain petani, masyarakat umum merasakan manfaat lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menyalurkan beras yang terjangkau dan berkualitas. Survei menunjukkan 83 persen responden menilai SPHP memenuhi harapan, sementara mayoritas merasa puas dengan kebijakan ketahanan pangan nasional yang dijalankan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, memberikan apresiasi atas langkah pemerintah yang dianggap berpihak kepada petani dan masyarakat luas. Ia meminta agar keberlanjutan kebijakan, seperti stabilitas harga gabah dan beras, tetap menjadi prioritas, serta dorongan agar mekanisme pengawasan dan koordinasi lintas instansi semakin kuat agar manfaatnya merata ke seluruh daerah.[]











Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.