SEANTERONEWS.com, Doha, 14 Agustus 2025 – Kepala Mossad, David Barnea, melakukan kunjungan mendadak ke Doha dan bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Pertemuan ini membahas negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tawanan Gaza, setelah pembicaraan sempat terhenti selama tiga minggu. Ini menjadi salah satu kontak tingkat tinggi yang dilakukan Israel dengan mediator internasional.
Negosiasi Mendapat Tekanan Israel Tegaskan Siap Kuasai Gaza City
Dalam pertemuan tersebut, Barnea menegaskan bahwa rencana Israel untuk menguasai Gaza City bukanlah gertakan atau strategi psikologis. Pernyataan itu disampaikan sebagai sinyal kuat agar pembicaraan menghasilkan kesepakatan, mengingat ruang diplomasi semakin terbatas.
Spekulasi vs. Klarifikasi Resmi
Meski laporan media menyebut kunjungan Barnea bertujuan memulai kembali negosiasi, pihak resmi Israel menekankan bahwa agenda utama terkait pekerjaan intelijen Mossad. Namun, Barnea tetap menegaskan bahwa opsi perjanjian parsial sudah tidak lagi dipertimbangkan.
Garis Diplomatik yang Semakin Runcing
Kunjungan Barnea bertepatan dengan keberadaan delegasi Hamas di Kairo untuk pembicaraan dengan intelijen Mesir. Ketegangan meningkat seiring Israel menyiapkan opsi militer sebagai alternatif jika negosiasi gagal, menandai fase kritis dalam upaya mengakhiri konflik Gaza dan mengamankan tawanan.
Harapan Sekali, Risikonya Banyak
Kedatangan kepala Mossad di Doha mencerminkan dinamika diplomatik yang sarat tekanan. Di satu sisi, ada dorongan dari mediator internasional untuk mencapai kesepakatan damai; di sisi lain, Israel semakin menegaskan kesiapan mengambil langkah militer jika jalur diplomasi tak membuahkan hasil.[]











