EKONOMI

Kemnaker Sertifikasi 60 Calon Asesor PLTS Dukung 100 GWp

Kemnaker memfasilitasi sertifikasi 60 calon asesor PLTS dari 18 institusi vokasi guna menyiapkan SDM terampil penyokong target energi surya 100 GWp nasional.

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) mengambil langkah konkret dalam mempercepat ketersediaan tenaga kerja terampil di sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Melalui agenda sertifikasi kompetensi teknis, Kemnaker memfasilitasi pengujian bagi 60 calon asesor dari 18 lembaga pendidikan vokasi dan pusat pelatihan industri bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Program pembinaan keahlian yang berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2026 ini diarahkan sebagai pilar penopang pembangunan ketenagakerjaan hijau (green jobs). Langkah ini menjadi bantalan strategis dalam menyukseskan pembangunan PLTS nasional berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menggarisbawahi bahwa lompatan investasi pada sektor pembangkitan surya wajib diimbangi dengan kesiapan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terstandarisasi.

“Ekspansi energi terbarukan tidak dapat dipisahkan dari kesiapan tenaga kerja yang kompeten. Tenaga kerja nasional harus dibekali keterampilan yang presisi dengan kebutuhan industri agar mampu mengambil peran sentral dalam konstruksi serta operasional PLTS di seluruh tanah air,” papar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (31/10/2026).

Tiga Klaster Keahlian di Tiga Pusat Pelatihan

Uji kompetensi bagi para calon penguji ini dihelat secara simultan di tiga lokasi di Jawa Barat dan Banten, di mana masing-masing titik menampung 20 peserta dengan fokus kejuruan yang berbeda:

SMKN 1 Garut: Mengusung skema Pelaksana Pemasangan dan Pembangunan PLTS Atap (Rooftop), yang menitikberatkan pada kemahiran teknis perakitan dan instalasi modul surya pada struktur bangunan.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung: Berfokus pada skema Inspektur Muda Pemeriksaan dan Pengujian PLTS, yang membidik kompetensi audit kelayakan fungsi instrumen elektrikal dan keamanan sistem PLTS sebelum dialiri daya.

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang: Menjalankan skema Pelaksana Senior Pemeliharaan PLTS, dengan penekanan pada mitigasi degradasi panel surya, penanganan kendala inverter, serta pemeliharaan berkala unit pembangkit.

Pembagian kurikulum ini menegaskan kesiapan pemerintah dalam mencakup seluruh siklus operasional energi surya, mulai dari tahapan konstruksi, sertifikasi laik operasi, hingga preservasi fasilitas jangka panjang.

Sinergi Lintas Sektor dan Pencetakan Penguji Berlisensi

Sertifikasi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Energi Terbarukan melalui payung program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Sekretariat BNSP, Moh. Amir Syarifuddin, menegaskan bahwa penciptaan ekosistem sertifikasi EBT membutuhkan integrasi pentahelix yang solid. Menurutnya, percepatan standardisasi profesi mustahil dituntaskan secara parsial tanpa keterpaduan antara regulator, asosiasi industri, perguruan tinggi, balai pelatihan pemerintah, dan sekolah menengah kejuruan.

Sebanyak 60 kandidat asesor yang terjaring merupakan figur pendidik aktif terdiri atas dosen, instruktur vokasi, dan guru teknik ketenagalistrikan. Mereka berasal dari 18 institusi terkemuka, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), UPI Bandung, Politeknik Negeri Bandung (Polban), Telkom University, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Universitas Dian Nusantara, BBPVP Serang, serta sejumlah SMK teknik di Jawa Barat.

Melalui sertifikasi teknis ini, para tenaga pendidik diverifikasi kecakapannya sebelum melangkah ke tahapan lisensi asesor BNSP resmi. Kehadiran para asesor baru ini diproyeksikan bakal memacu efek pengganda (multiplier effect), membuka akses uji kompetensi yang lebih luas bagi ribuan teknisi muda di daerah, sekaligus menjamin rantai pasok industri energi surya nasional ditopang oleh tenaga kerja bersertifikat resmi.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts