Istanbul – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik tajam terhadap Israel dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) ke-51 di Istanbul. Ia memperingatkan bahwa ambisi Zionis Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpotensi menjerumuskan dunia ke dalam bencana seperti yang terjadi di era Adolf Hitler.
Dalam pidatonya, Erdogan menyebut bahwa Netanyahu dan Hitler “mengikuti jalur kehancuran yang sama”. Ia menyampaikan bahwa agresi Israel terhadap Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, dan bahkan Iran bukanlah bentuk pertahanan diri, tetapi aksi terorisme negara yang terencana dan brutal.
“Ini bukan pertahanan. Ini adalah terorisme yang disponsori negara,” tegas Erdogan di hadapan para delegasi dari 57 negara anggota OKI dan organisasi internasional lainnya. Ia menggambarkan serangan Israel sebagai tindakan perompakan yang mengancam stabilitas kawasan dan dunia.
Presiden Turki itu juga mengecam keras negara-negara Barat yang memberikan dukungan terang-terangan terhadap tindakan Israel. Menurutnya, Israel bertindak sewenang-wenang karena mendapat lampu hijau dari sekutunya. “Kepercayaan diri Israel lahir dari pembiaran negara-negara Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erdogan menuduh Israel mencoba membentuk ulang kawasan Timur Tengah dengan menerapkan sistem kolonialisme baru yang disebutnya sebagai “Sykes-Picot baru”. Ia menegaskan bahwa Turki tidak akan tinggal diam dan siap menghadang ambisi tersebut.
Terkait Iran, Erdogan mengkritik serangan Israel yang dilancarkan saat Teheran masih menjalin pembicaraan damai dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya. “Iran membela rakyatnya sendiri, dan itu adalah hak kedaulatan yang sah,” katanya.
Erdogan juga menekankan bahwa Israel terus memanfaatkan perpecahan di antara negara-negara Muslim. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada seluruh anggota OKI untuk bersatu dan mengungkap kejahatan-kejahatan Israel di forum global. “Persatuan umat Islam adalah kunci melawan kezaliman,” ucapnya.
“Diam atas agresi Israel di Palestina hanya membuat mereka semakin berani memperluas serangan ke berbagai negara,” tambah Erdogan. Ia menegaskan pentingnya suara kolektif dunia Islam untuk menghentikan eskalasi kekerasan yang terjadi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, juga mengecam keras agresi Israel. Ia menyatakan bahwa “tidak ada masalah Palestina, Lebanon, Suriah, Yaman, atau Iran—yang ada adalah masalah Israel itu sendiri.” Fidan menyebut Israel sebagai akar dari ketegangan yang mengancam stabilitas regional.
Fidan mengingatkan bahwa agresi tak terbatas terhadap Iran dan negara-negara lain hanya akan memperluas konflik menjadi krisis keamanan global. “Kita harus menghentikan ini sebelum menjadi bencana regional dan global,” ujarnya dalam sesi pembukaan KTT.
KTT OKI ke-51 di Istanbul ini dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk 40 pejabat setingkat perdana menteri dan menteri luar negeri. Agenda dua hari ini akan membahas respons dunia Islam terhadap krisis Timur Tengah serta strategi kolektif menghadapi eskalasi yang terus berkembang.










