EKONOMI

BEI Ungkap 9 Calon Emiten Siap Melantai, Empat Perusahaan Berasal dari Sektor Kesehatan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sembilan perusahaan masih mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)
Cetak / PDF

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sembilan perusahaan masih mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga Jumat, (6/11/2026). Dari jumlah tersebut, sektor kesehatan menjadi penyumbang calon emiten terbanyak dengan empat perusahaan.

Berdasarkan laporan pipeline IPO BEI yang dipublikasikan pada Minggu (8/11/2026), sembilan perusahaan tersebut berasal dari beberapa sektor usaha dengan skala aset yang berbeda.

“Sampai dengan Jumat, (6/11/2026) telah tercatat 7 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp2.16 triliun. Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” tulis BEI dalam laporannya.

Dari sisi aset, satu perusahaan yang masuk antrean IPO merupakan perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar.

Kemudian, lima perusahaan masuk kategori aset skala menengah, yakni antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Sementara itu, tiga perusahaan lainnya memiliki aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.

Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean IPO

Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, perusahaan dari sektor perawatan kesehatan mendominasi daftar calon emiten yang tengah mengantre di BEI.

Sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor tersebut. Adapun sektor basic materials dan energi masing-masing menyumbang dua perusahaan.

Satu perusahaan lainnya berasal dari sektor keuangan.

Komposisi tersebut menunjukkan sektor kesehatan menjadi kelompok terbesar dalam pipeline pencatatan saham BEI per 6 November 2026.

Namun, BEI belum mengungkapkan nama seluruh perusahaan yang masuk dalam antrean tersebut melalui rincian data yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Tujuh Perusahaan Sudah IPO Sepanjang 2026

Di tengah antrean sembilan calon emiten, BEI mencatat tujuh perusahaan telah berhasil melantai di pasar modal Indonesia sepanjang 2026 per Jumat, (6/11/2026)b.

Dari proses penawaran umum perdana saham tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Jumlah tersebut menjadi gambaran aktivitas penghimpunan dana melalui pasar saham selama tahun berjalan.

Sementara itu, sembilan perusahaan yang masih berada dalam pipeline berpotensi menambah jumlah emiten baru setelah memenuhi seluruh tahapan dan persyaratan pencatatan.

BEI Catat 156 Emisi Obligasi dan Sukuk

Selain pencatatan saham, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga berlangsung melalui penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).

Hingga (6/11/2026), BEI mencatat sebanyak 156 emisi dari 67 penerbit EBUS telah diterbitkan.

Total dana yang berhasil dihimpun melalui instrumen tersebut mencapai Rp157,73 triliun.

Di sisi lain, masih terdapat 29 emisi dari 19 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline BEI.

Berdasarkan sektor usaha, antrean penerbitan EBUS terdiri dari tiga perusahaan sektor basic materials, tiga perusahaan sektor energi, dan empat perusahaan sektor keuangan.

Kemudian, masing-masing satu perusahaan berasal dari sektor perawatan kesehatan, industri, properti dan real estate, serta transportasi dan logistik.

Sektor infrastruktur menjadi penyumbang terbesar dalam pipeline EBUS dengan lima perusahaan.

Rights Issue Himpun Dana Rp37,35 Triliun

BEI juga mencatat aktivitas penambahan modal melalui penerbitan saham baru atau rights issue. Sebanyak 16 emiten telah menerbitkan saham baru melalui aksi korporasi tersebut.

Total dana yang berhasil dihimpun dari rights issue mencapai Rp37,35 triliun.(*)

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 24 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 23:00
27° Hujan Ringan
82% 4.3 km/j
Medan 23:00
27° Cerah Berawan
88% 6.9 km/j
Jakarta Pusat 23:00
31° Berawan
64% 10.4 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.

Related Posts