BREAKING

ACEH

Stop Bullying! Polres Pidie Jaya Edukasi Siswa MTsN 5

Jajaran Unit PPA Polres Pidie Jaya menggelar sosialisasi anti-bullying dan pencegahan kekerasan terhadap anak di MTsN 5 demi ciptakan sekolah aman.

PIDIE JAYA – Isu perundungan (bullying) dan kekerasan pada anak usia sekolah terus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Merespons fenomena tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya mengambil langkah proaktif dengan melakukan pendekatan langsung (jemput bola) ke lembaga pendidikan. Pada Jumat (18/9/2026), jajaran kepolisian menyambangi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pidie Jaya untuk memberikan edukasi komprehensif.

Kegiatan penyuluhan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB di ruang kelas MTsN 5 ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H. Pelaksanaan di lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Unit (Kanit) 4 Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), AIPDA Zulkifli, S.H.

Mengusung tema besar “Stop Bullying dan Kekerasan Terhadap Anak”, agenda ini dirancang sebagai bentuk mitigasi dini guna menekan potensi kenakalan remaja di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah. Terpantau, acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi sebagai audiens utama, tetapi juga diikuti secara saksama oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, jajaran pengawas, hingga seluruh dewan guru.

Dalam pemaparannya, AIPDA Zulkifli menggunakan pendekatan persuasif untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar. Ia menekankan betapa krusialnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat, memupuk empati, dan saling menghormati antarsesama teman. Para siswa juga diedukasi untuk menghindari segala bentuk tindakan baik verbal, fisik, maupun psikis yang berpotensi merugikan diri sendiri dan masa depan orang lain.

Lebih lanjut, kepolisian menggarisbawahi bahwa upaya memberangus budaya perundungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Diperlukan sebuah ekosistem perlindungan yang solid. Kolaborasi dan pengawasan melekat antara pihak kepolisian, manajemen sekolah, para pendidik, orang tua di rumah, serta kesadaran intrinsik dari siswa itu sendiri menjadi kunci utama penanganan kasus kekerasan anak.

Melalui program police goes to school ini, jajaran Polres Pidie Jaya menitipkan pesan moral agar para pelajar mampu menjadi pelopor kebaikan. Tujuannya adalah memastikan setiap sekolah di wilayah Pidie Jaya menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari trauma akibat kekerasan maupun perundungan.

Seluruh rangkaian penyuluhan edukatif ini berlangsung dengan tertib dan kondusif. Tingginya antusiasme serta interaksi positif dari pihak sekolah dan pelajar menunjukkan bahwa pesan moral yang dibawa oleh kepolisian dapat diterima dengan sangat baik.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts