BREAKING

EKONOMI

Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan: Menkop Pacu Generasi Muda Jadikan Koperasi Sentra Inovasi Bisnis

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak generasi muda merevitalisasi koperasi sebagai laboratorium bisnis modern penopang ekonomi desa dan bangsa.

PADANG – Gerakan koperasi nasional terus didorong untuk bertransformasi dan menanggalkan citra lamanya sebagai lembaga ekonomi konvensional. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa ekosistem koperasi semestinya diposisikan sebagai wadah kewirausahaan modern bagi generasi muda untuk merintis bisnis kolektif, memperluas lapangan kerja, dan melahirkan terobosan ekonomi yang selaras dengan tantangan zaman.

Pesan tersebut dikemukakan Menkop dalam gelar wicara bertajuk “Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia” yang diselenggarakan di Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (15/9/2026). Forum edukasi ini turut dihadiri oleh Rektor Unand Efa Yonnedi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari, serta Kepala Dinas Koperasi Sumbar Endrizal.

Ferry memaparkan gagasannya agar Koperasi Mahasiswa (Kopma) di lingkungan kampus difungsikan layaknya laboratorium inkubasi bisnis. Melalui sarana ini, kalangan terpelajar dapat menguji kelayakan model usaha, mematangkan tata kelola manajerial secara demokratis, dan mempraktikkan rantai niaga rintisan sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih besar di masyarakat.

KDKMP sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

Inisiatif penguatan di tingkat universitas dinilai sejalan dengan peta jalan pemerintah pusat dalam membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program prioritas di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda administratif, melainkan instrumen fundamental untuk membalikkan piramida ekonomi pedesaan agar masyarakat setempat berdaulat penuh atas siklus produksi hingga distribusi.

“Tekad kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah desa menjadi lebih kuat dan berdaya saing hanya dapat dilakukan melalui koperasi,” tegas Ferry seraya menyebut skema KDKMP sebagai pengubah peta permainan (game changer) dalam transformasi ekonomi nasional dari akar rumput.

Menkop menekankan pentingnya diversifikasi usaha secara radikal. Koperasi tidak boleh terus-menerus terjebak pada format simpan pinjam semata. Modernisasi tata kelola dan adopsi teknologi digital terus dipacu agar unit usaha kolektif ini mampu merambah sektor manufaktur pangan, jejaring logistik, perdagangan komoditas, hingga industri kreatif.

Dalam rancang bangun KDKMP, koperasi ditargetkan menjadi penyerap hasil panen (offtaker) bagi produk UMKM pedesaan, sentra distribusi barang bersubsidi, serta perpanjangan tangan penyaluran program jaring pengaman sosial negara, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Standardisasi Mutu Bersama BPOM dan Riset Kampus

Guna menjamin daya saing produk koperasi di pasar arus utama, agenda di Unand turut dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kerja sama lintas lembaga ini bertujuan memberikan pendampingan teknis agar produk olahan pangan dan farmasi yang dihasilkan koperasi memenuhi sertifikasi keamanan, khasiat, dan jaminan mutu yang ketat.

Menyambut visi tersebut, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menegaskan kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam mengawal hilirisasi riset untuk mendukung kebijakan pemerintah. Efa memaparkan sejumlah rekam jejak inovasi kampus, seperti produksi tinta organik pemilu berbahan baku gambir lokal yang telah terserap hingga jutaan botol, serta pengembangan lebih dari 35 varian produk bioteknologi kesehatan berupa alat uji cepat (rapid test) medis yang telah masuk dalam e-katalog nasional.

Melalui sinergi terpadu antara pengambil kebijakan, otoritas pengawas mutu, dan inovator perguruan tinggi, amanat konstitusi mengenai kemandirian ekonomi yang digagas Bung Hatta diharapkan menemukan wujud barunya di tangan generasi muda—menjadikan koperasi sebagai pilar kemakmuran bangsa yang adaptif dan kompetitif menyongsong Indonesia Emas 2045.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts