TAKENGON – Bencana hidrometeorologi basah kembali merenggut korban jiwa di kawasan dataran tinggi Tanoh Gayo. Peristiwa tanah longsor menerjang area permukiman dan perlintasan jalan di Desa Sanihen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (13/9/2026) sore. Musibah ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia serta lima orang lainnya menderita luka-luka.
Guguran tebing tanah tersebut terjadi setelah wilayah Aceh Tengah diguyur hujan dengan intensitas lebat tanpa henti selama beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca basah ini sejalan dengan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor untuk wilayah Provinsi Aceh sejak 2 September 2026. Tingginya kejenuhan air di lereng perbukitan membuat lapisan tanah labil hingga runtuh ke permukiman.
Regu penyelamat gabungan bersama masyarakat setempat bergerak cepat mengevakuasi para korban dari titik reruntuhan. Korban yang terluka langsung dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan medis intensif, sedangkan korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Dampak material longsor tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menimbun ruas jalan utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Silih Nara. Tumpukan material tebal berupa lumpur, bongkahan batu, dan pepohonan tumbang membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Kondisi tersebut mengakibatkan jalur mobilitas penduduk terputus total. Warga di beberapa titik kampung sempat terisolasi sembari menunggu tibanya unit alat berat ke lokasi untuk mengeruk material yang menutup badan jalan.
Di lokasi kejadian, para relawan kemanusiaan, tim penanggulangan bencana, serta personel TNI-Polri terus bersiaga di tengah cuaca yang masih diselimuti mendung tebal dan gerimis. Operasi darurat difokuskan untuk mengantisipasi potensi runtuhan susulan serta menyisir perimeter berbahaya demi memastikan tidak ada warga lain yang terjebak di sekitar lokasi rawan.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang lereng bukit curam dan tepian aliran sungai di Aceh Tengah diimbau untuk melipatgandakan kewaspadaan. Otoritas setempat mengingatkan warga untuk segera mencari lokasi evakuasi mandiri yang lebih aman manakala hujan deras kembali turun dengan durasi panjang, guna mencegah bertambahnya korban jiwa di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih membayangi.[]










