PIDIE JAYA – Peran institusi kepolisian kini tidak lagi sekadar terfokus pada penegakan hukum dan menjaga ketertiban masyarakat. Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya membuktikan komitmennya sebagai pengayom masyarakat dengan ikut serta memastikan jaring pengaman sosial tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Langkah nyata ini diwujudkan lewat pelibatan langsung aparat kepolisian dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Di bawah arahan Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., instruksi ini langsung ditindaklanjuti oleh Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas), IPTU Fadhlluah, S.H. Strategi yang diterapkan adalah dengan memberdayakan para Kepala Unit (Kanit) Binmas di tingkat Polsek beserta jajaran Bhabinkamtibmas.
Dalam misi kemanusiaan ini, personel kepolisian diberikan mandat ekstra untuk bertindak sebagai Agent Perlinsos (Agen Perlindungan Sosial) yang menyisir langsung wilayah hukum Pidie Jaya.
Sebanyak 53 personel Bhayangkara diterjunkan ke pelosok-pelosok desa. Tugas utama mereka adalah melakukan verifikasi dan pendataan secara door-to-door untuk melihat langsung kondisi perekonomian warga. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa calon penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat prasejahtera yang berhak mendapatkan bantuan.
Keterlibatan aktif puluhan personel kepolisian ini membuahkan hasil yang signifikan. Tercatat, sebanyak 1.076 warga telah berhasil diverifikasi dan didaftarkan ke dalam sistem sebagai calon penerima sah bantuan Perlinsos.
Hadirnya aparat penegak hukum secara langsung di lapangan memiliki nilai tambah tersendiri. Selain mempercepat proses birokrasi pendataan, langkah ini juga meminimalisir terjadinya manipulasi atau data ganda, sehingga distribusi bantuan ke depannya dapat berjalan transparan dan berkeadilan.
Inisiatif proaktif ini menjadi potret nyata hadirnya negara, melalui institusi Polri, di tengah-tengah masyarakat. Lewat program kolaboratif ini, Polres Pidie Jaya berharap dapat terus memberikan dukungan moril dan materiel bagi kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan perhatian ekstra di tengah dinamika ekonomi saat ini.[]










