SEANTERONEWS.com – Penjualan perdana ponsel pintar berlayar lipat pertama besutan Apple, iPhone Duo, resmi dibuka di gerai-gerai ritel per hari ini, Jumat (23/10/2026). Namun, euforia debut perangkat premium berbanderol 2.000 dolar AS tersebut diwarnai catatan kritis dari kalangan pengulas teknologi yang menyoroti lambatnya respons sistem pemindai sidik jari (Touch ID).
Menanggapi kendala pada generasi pertama, Apple dikabarkan bergerak cepat menyiapkan solusi radikal. Jurnalis teknologi Bloomberg, Mark Gurman, membocorkan bahwa perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut tengah mengembangkan purwarupa (prototype) iPhone Duo 2 yang mengadopsi sensor pemindai wajah (Face ID) tersembunyi di bawah permukaan layar (under-display).
Dalam episode terbaru siniar (podcast) Power On, Gurman mengungkapkan bahwa unit purwarupa berteknologi canggih tersebut sudah mulai diuji coba secara internal di laboratorium Apple.
Pembaruan biometrik ini diproyeksikan bakal hadir pada generasi kedua atau ketiga dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
“Saya mendapatkan informasi bahwa Apple telah menguji purwarupa iPhone Duo 2 yang menyematkan kamera dan sensor Face ID di bawah layar bagian luar (cover screen). Peralihan dari Touch ID menuju Face ID kemungkinan besar rampung pada sekuel pertama atau kedua mendatang,” terang Gurman.
Terkendala Sasis Bodi Supertipis 5,2 Milimeter
Keputusan Apple memilih Touch ID pada tombol daya samping alih-alih Face ID pada iPhone Duo perdana sempat menjadi tanda tanya.
Kendala rekayasa fisik disinyalir menjadi alasan utama: ketebalan bodi ponsel lipat yang hanya 5,2 milimeter saat dibentangkan membuat para insinyur Apple kesulitan menanamkan modul kamera TrueDepth konvensional yang membutuhkan ruang vertikal lebih dalam.
Akibatnya, para pembeli awal harus berkompromi dengan tombol Touch ID di sisi kanan perangkat. Dalam ulasannya di PCMag, pengamat gawai Eric Zeman menilai sensor sidik jari tombol samping tersebut cukup membuat frustrasi karena kerap membutuhkan beberapa kali sentuhan hingga sistem berhasil mengenali jari pengguna.
Selain itu, penempatan tombol di tepi kanan dinilai canggung bagi pengguna kidal. Kendati demikian, Zeman tetap mengganjar ponsel lipat perdana Apple ini dengan nilai tinggi 4,5 bintang, seraya menobatkannya sebagai perangkat lipat dengan integrasi peranti keras, performa, dan daya tahan baterai terbaik di pasaran saat ini.
Bocoran Lensa Telefoto dan Layar Melebar hingga 9 Inci
Selain absennya sensor wajah, keterbatasan sektor fotografi tanpa kehadiran lensa telefoto turut menjadi catatan evaluasi. Gurman menyebut Apple sedang mempertimbangkan penambahan lensa zoom optik pada pembaruan model masa depan, kendati integrasi modul kamera tebal pada sasis tipis masih menjadi tantangan manufaktur yang berat.
Bocoran menarik lainnya menyangkut dimensi bentang layar. Pada edisi perdana, iPhone Duo hadir dengan layar lipat fleksibel bagian dalam seluas 7,6 inci.
Gurman membeberkan bahwa Apple membuka peluang untuk memperbesar ukuran layar fleksibel tersebut hingga menyentuh rentang 8,5 hingga 9 inci pada iterasi berikutnya mengubah ponsel lipat ini menjadi tablet produktivitas yang jauh lebih lapang.
Kendati iPhone Duo generasi pertama sudah mencatatkan standar baru dalam durabilitas engsel dan perangkat keras, pengujian publik hari ini menjadi pijakan penting bagi Apple untuk merancang iPhone Duo 2 yang lebih sempurna dan bebas kompromi.[]










