BIREUEN – Geliat olahraga di Kabupaten Bireuen kembali semarak dengan digelarnya Turnamen Bola Voli Silaturahmi Antar Kabupaten. Ajang ini diselenggarakan untuk memeriahkan rangkaian HUT ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Milad ke-4 komunitas The Power of Emak-emak (TPEE), serta menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Olahraga Lorong Mushalla, Gampong Geudong Teungoh, Pulo Ara ini dibuka secara resmi oleh Dandenpom IM/1 Lhokseumawe, Letkol Cpm Hendro Pramono, pada Senin (3/8/2026). Simbol dimulainya kompetisi ditandai dengan servis bola pertama yang disambut riuh tepuk tangan ratusan penonton.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh enam klub terbaik dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Mereka terbagi dalam dua kategori utama yang menjadi daya tarik turnamen:
Kategori Emak-emak: Menampilkan aksi dari tuan rumah TPEE VC, Srikandi Badak Hitam VC (Batalyon 113), dan Jeumpa VC (Kecamatan Jeumpa).
Kategori Umum: Menghadirkan persaingan antara TPEE VC, Cemara VC (Lhoksukon), serta ELVC (Kota Lhokseumawe).
Laga pembuka langsung menyuguhkan tensi tinggi melalui pertandingan kategori umum antara ELVC Lhokseumawe melawan Cemara VC dari Aceh Utara. Masyarakat pun tampak antusias memenuhi arena pertandingan untuk memberikan dukungan bagi tim kebanggaan mereka.
Pembina komunitas TPEE, Mahendra, yang juga bertindak sebagai pelatih dan manajer tim, mengungkapkan bahwa turnamen ini telah menjadi agenda tahunan yang dinanti. Komunitas The Power of Emak-emak sendiri merupakan mitra binaan resmi dari Subdenpom IM/1-1 Bireuen yang aktif menggiatkan olahraga bagi kaum ibu.
“Turnamen ini sudah memasuki tahun ketiga. Fokus utamanya bukan sekadar mengejar hadiah uang pembinaan, melainkan memperkuat keakraban, membangun persaudaraan, dan menguji sportivitas antarwilayah,” ujar Mahendra di sela pertandingan.
Dengan kepengurusan yang solid di bawah Ketua Umum Evi Sunarsih, S.E., komunitas ini berharap kegiatan olahraga dapat terus menjadi sarana positif untuk memperkokoh persatuan. Ajang ini tidak hanya menjanjikan tontonan olahraga yang kompetitif, tetapi juga menjadi hiburan rakyat yang diharapkan mampu mempererat hubungan sosial masyarakat di wilayah Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.[]










